Cerdas Tangkas Pramuka Warnai Hari Pertama Perjusa MTs Negeri 1 Banjarnegara

Banjarnegara (Humas) – Kegiatan Perkemahan Jum’at Sabtu (Perjusa) Pramuka penggalang MTs Negeri 1 Banjarnegara resmi dibuka pada Jum’at (31/10) di lapangan indoor madrasah. Setelah upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kamabigus H. Yatiman, seluruh peserta Perjusa langsung diarahkan mengikuti kegiatan perdana yaitu Cerdas Tangkas Pramuka (CTP), sebuah tantangan berbasis android yang menguji wawasan kepramukaan, ketangkasan berpikir, serta kekompakan kerja tim.

Kegiatan CTP dilaksanakan secara kelompok, diikuti oleh seluruh kelas VII dengan masing-masing tim beranggotakan tiga orang yang sudah dsepakati kelas masing-masing. Menggunakan aplikasi android yang telah dipersiapkan panitia, peserta harus menyelesaikan dua sesi soal Smart Quiz seputar sejarah Pramuka, Morse, Semaphore, Dasa Darma, PBB, pionering, hingga tokoh-tokoh gerakan Pramuka dunia dan Indonesia. Setiap sesi diberi durasi 20 menit dan peserta duduk sesuai arahan panitia agar pelaksanaan berjalan tertib.

Pembina Pramuka MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, menjelaskan bahwa pelaksanaan CTP berbasis digital ini merupakan pengembangan dari konsep latihan Pramuka yang relevan dengan era teknologi.

“Pramuka tidak hanya identik dengan kegiatan di alam terbuka, tali-temali, dan baris-berbaris. Kami ingin menanamkan bahwa Pramuka juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Melalui Cerdas Tangkas Pramuka berbasis android ini, peserta ditantang berpikir cepat, tepat, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.

Ia menegaskan, tantangan ini tidak hanya menilai siapa yang paling banyak menjawab benar, tetapi juga kedisiplinan dan cara kerja sama dalam tim.

“Aturannya jelas, tidak boleh menyontek, tidak boleh ribut, dan keputusan juri bersifat mutlak. Ini bukan sekadar lomba, tapi latihan karakter,” tambahnya.

Pratama Putra Pramuka penggalang MTs Negeri 1 Banjarnegara, Abiza, menyampaikan bahwa kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh peserta.

“Biasanya kompetisi Pramuka identik dengan lomba baris-berbaris atau sandi morse secara manual. Kali ini kami belajar bahwa teknologi juga bisa menjadi media latihan Pramuka. Seru, menegangkan, tapi juga menambah ilmu,” ungkapnya.

Sementara itu, pembina Pramuka Madtsansa, Agustina Dewi Merdekawati, menyebutkan bahwa penyusunan soal, sistem penilaian, serta teknis pelaksanaan telah dirancang matang.

“Soal dibuat berdasarkan kisi-kisi resmi yang sudah dibagikan sebelumnya. Ini bukan soal asal-asalan, tetapi terstruktur dari materi dasar kepramukaan kelas penggalang. Harapannya setelah kegiatan ini, siswa semakin memahami teori yang selama ini hanya diajarkan dalam kelas,” ujarnya.

Dari peserta didik, perwakilan kelompok kelas 7G mengaku sempat gugup karena soal dikerjakan dengan batas waktu.

“Tadi deg-degan karena waktunya cuma 20 menit, tapi kami sudah latihan sebelumnya jadi lebih siap. Kerja sama tim jadi kunci. Kalau tidak kompak, pasti susah,” tutur salah satu anggota kelompok dari kelas 7G.

Sementara itu, tim kelas 7J menyebut bahwa lomba ini bukan hanya soal siapa yang paling pintar, namun juga strategi.

“Kami bagi tugas. Ada yang fokus baca soal, ada yang cek jawaban cepat, dan satu orang jadi pengingat waktu. Itu yang bikin pekerjaan lebih efektif,” kata perwakilan 7J.

Kegiatan CTP berlangsung tertib, sesuai tata tertib yang telah diumumkan panitia. Seluruh peserta memakai seragam Pramuka lengkap, datang tepat waktu, dan duduk sesuai pengaturan. Panitia juga menegaskan adanya sanksi bagi pelanggaran, mulai dari teguran hingga diskualifikasi.

Dengan terselenggaranya Cerdas Tangkas Pramuka sebagai agenda pembuka Perjusa, panitia berharap kegiatan ini mampu menjadi titik awal yang positif bagi pembentukan karakter disiplin, percaya diri, dan cerdas teknologi bagi para penggalang.

Hari pertama Perjusa pun ditutup dengan pengumuman nilai sementara yang akan diakumulasikan dengan rangkaian lomba berikutnya, termasuk PBB, pioneering, hasta karya, dan kegiatan malam api unggun.

“Ini baru awal. Pramuka MTs Negeri 1 Banjarnegara harus terus melahirkan anggota Pramuka yang unggul, tangguh, dan berwawasan luas,” pungkas Ikhsanudin. (Fy/La)

Skip to content