Pentas Seni dan Api Unggun Semarakkan Malam Perjusa Pramuka MTs Negeri 1 Banjarnegara

Banjarnegara (Humas) – Kegiatan Perkemahan Jum’at Sabtu (Perjusa) Pramuka Penggalang Gugus Depan MTs Negeri 1 Banjarnegara memasuki puncak suasana kebersamaan pada malam hari, yakni dengan digelarnya pentas seni dan upacara api unggun pada Jumat (31/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Berlangsung di lapangan utama perkemahan, kegiatan ini menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus mempererat kekompakan peserta didik kelas VII yang baru memasuki organisasi Pramuka.

Acara diawali dengan upacara api unggun yang dilakukan secara dramatis oleh kakak-kakak Dewan Penggalang. Penyalaan api unggun yang diiringi musik dan sorak antusias para peserta berhasil menciptakan suasana khidmat, hangat, dan penuh semangat. Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Kamabigus MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, yang juga membuka secara resmi kegiatan pentas seni malam itu.

Dalam sambutannya, H. Yatiman menegaskan bahwa kegiatan api unggun bukan sekadar tradisi, tetapi sarat nilai pendidikan karakter.

“Api unggun adalah simbol semangat, persatuan, dan kehangatan dalam kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta didik mampu belajar tentang keberanian, kreativitas, dan sportivitas,” ujar H. Yatiman.

Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang telah mempersiapkan penampilan seni sejak jauh hari.

“Setiap kelas diberi kesempatan menunjukkan bakat terbaiknya. Yang terpenting bukan menang atau kalah, tetapi keberanian tampil dan menghargai proses,” tambahnya.

Pentas seni yang ditampilkan setiap kelas berlangsung meriah dan variatif. Mulai dari drama, puisi berantai, tari kreatif, hingga paduan suara mengisi malam dengan gelak tawa, tepuk tangan, dan sorakan penyemangat dari peserta lain. Sesuai ketentuan panitia, setiap penampilan dibatasi maksimal 10 menit dan tidak diperkenankan menggunakan properti berbahaya. Kostum dan alur cerita sepenuhnya menjadi kreativitas kelas masing-masing, selama tetap sopan dan sesuai tema.

Pembina Pramuka Kasum, selaku ketua pelaksana kegiatan, menilai pentas seni tahun ini menunjukkan peningkatan kualitas dibanding tahun sebelumnya.

“Peserta tahun ini terlihat jauh lebih percaya diri dan solid. Banyak penampilan yang memadukan unsur nilai moral, humor, dan kreativitas teknologi seperti back sound dan properti mandiri,” ungkapnya.

Kasum juga menambahkan bahwa pentas seni bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari latihan keberanian tampil di depan umum.

“Pramuka melatih karakter, dan malam ini adalah wujud nyata pendidikan karakter yang menyenangkan,” tegasnya.

Sementara itu, Nurwachidin Supriyatno, salah satu pembina yang bertugas sebagai juri penilaian pentas seni, menyampaikan bahwa setiap kelas dinilai melalui beberapa aspek.

“Kami menilai dari kreativitas, kesesuaian tema, kekompakan, ekspresi, dan etika penampilan. Ada kelas yang menampilkan drama sejarah, ada yang bertema humor, dan ada pula yang mengangkat pesan sosial,” jelasnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini terus dipertahankan sebagai ruang berekspresi siswa.

“Banyak bakat seni terpendam yang baru terlihat di momen seperti ini,” tambahnya.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian malam itu datang dari kelas 7A yang membawakan drama bertema “Sahabat dalam Perjuangan.” Salah satu siswa, Rasyid, mengaku gugup tetapi bangga bisa tampil.

“Awalnya takut salah dialog, tapi karena latihan terus, jadi bisa tampil lancar. Seru sekali tampil di depan teman-teman,” ujarnya sambil tersenyum.

Kelas 7B juga tak kalah menarik dengan drama komedi berjudul “Gadget Hilang di Perkemahan”. Salah satu pemerannya, Naya, menilai pentas seni membuat ia semakin dekat dengan teman sekelas.

“Kami latihan dari seminggu sebelumnya. Jadi lebih kompak dan saling bantu. Rasanya capek, tapi senang banget,” ungkapnya.

Kegiatan pentas seni dan api unggun berakhir sekitar pukul 23.00 WIB dengan suasana hangat dan penuh rasa bangga. Seluruh peserta kembali ke ruang masing-masing setelah sesi penghormatan penutupan api unggun, menandai berakhirnya salah satu rangkaian kegiatan paling ditunggu dalam Perjusa.

Dengan suksesnya malam kebersamaan ini, pembina berharap semangat peserta tetap menyala hingga kegiatan perkemahan selesai esok harinya. Kegiatan pentas seni tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, disiplin, kerja sama, dan jiwa kekeluargaan antar peserta didik Pramuka MTs Negeri 1 Banjarnegara. (Fy/La)

Skip to content