Banjarnegara (Humas) – KUA Rakit mendapat sorotan positif berkat salah satu Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF), Fatma Kunianingsih, yang terpilih sebagai juri Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kecamatan Banjarnegara. Lomba yang digelar di Pendopo Kecamatan Banjarnegara ini menjadi panggung bagi Fatma untuk menunjukkan kompetensi yang dimilikinya. Keberadaannya dalam jajaran dewan juri tidak hanya menjadi kebanggaan bagi KUA Rakit, tetapi juga membuktikan bahwa lembaga tersebut memiliki peran vital dalam melahirkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang keagamaan. (15/8)
Perhelatan MTQ yang diselenggarakan ini menjadi platform utama bagi para qori dan qori’ah terbaik untuk berkompetisi. Fatma, yang dikenal memiliki pemahaman tentang ilmu tajwid, lagu, dan etika tilawah, terpilih untuk bergabung dengan tim penilai. Keputusan ini disambut baik oleh berbagai pihak, karena menunjukkan pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki oleh para penyuluh agama di wilayah tersebut.
Saat diwawancarai, Fatma Kunianingsih mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, ini adalah amanah yang luar biasa. Saya merasa terharu dan bangga bisa berkontribusi dalam ajang sebesar ini,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa perannya sebagai juri memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan penilaian berjalan seobjektif mungkin. “Tugas kami bukan hanya menilai, tapi juga membina dan memastikan generasi muda Banjarnegara semakin cinta pada Al-Qur’an. Saya berharap penilaian yang kami berikan bisa memotivasi mereka untuk terus belajar dan mendalami Al-Qur’an,” tambahnya.
Partisipasi Fatma dalam MTQ ini menjadi bukti nyata bahwa penyuluh agama memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya dalam memberikan bimbingan di masyarakat, tetapi juga dalam mendukung program-program keagamaan yang lebih luas lagi. Hal ini juga diharapkan dapat menginspirasi para penyuluh agama lainnya untuk terus mengembangkan kapasitas diri dan berkontribusi secara maksimal demi kemajuan syiar Islam di Banjarnegara. (ars, azd)
