Banjarnegara (Humas) — Perkembangan teknologi digital membawa banyak kemudahan bagi generasi muda, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam menjaga batasan diri dan kehormatan. Karena itu, pemahaman tentang iffah dan izzah menjadi bekal penting bagi perempuan agar tetap memiliki prinsip di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan digital. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Yulfiani, saat memberikan penyuluhan kepada para pelajar di SMA Muhammadiyah Kalibening, Kamis (1/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Yulfiani menyampaikan materi tentang peran wanita dalam menjaga kehormatan melalui penerapan nilai iffah dan izzah di era digital. Iffah dipahami sebagai kemampuan menjaga kesucian dan kehormatan diri, sedangkan izzah berkaitan dengan kemuliaan serta harga diri yang harus dijaga sebagai seorang Muslimah.
Yulfiani mengajak para pelajar untuk memahami bahwa menjaga kehormatan tidak hanya dilakukan dalam kehidupan nyata, tetapi juga ketika menggunakan media sosial. Cara berpakaian, berkomunikasi, memilih konten, mengunggah foto maupun video, hingga menentukan dengan siapa berinteraksi merupakan bagian dari pilihan yang perlu dipertimbangkan dengan bijak.
“Menjadi perempuan yang berharga bukan tentang bagaimana mendapatkan perhatian sebanyak-banyaknya di media sosial, tetapi bagaimana kita mampu menjaga diri, memiliki prinsip, dan tidak mudah mengikuti sesuatu hanya karena sedang menjadi tren,” pesan Yulfiani kepada para pelajar.
Ia juga mengingatkan agar media digital dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkarya, dan menyebarkan kebaikan. Menurutnya, kecerdasan digital perlu berjalan seiring dengan kematangan akhlak sehingga kemajuan teknologi tidak membuat generasi muda kehilangan jati diri.
Penyuluhan berlangsung dengan suasana yang edukatif dan dekat dengan kehidupan pelajar. Melalui materi tersebut, para siswi diajak untuk membangun kepercayaan diri yang sehat, berani mengatakan tidak terhadap hal yang merendahkan martabat, serta menjadikan nilai agama sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
KUA Kalibening melalui kegiatan penyuluhan keagamaan terus berupaya mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjaga kehormatan diri di tengah perkembangan era digital.
(wha/azd)
