Banjarnegara (Humas) — Upaya memperkuat ketahanan mental, spiritual, dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat terus dilakukan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Purwanegara melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang menyasar kelompok-kelompok binaan di desa. Salah satu kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam, Imam Sarifudin, bersama kelompok binaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Kuripan Desa Karanganyar RT 01 RW 04 pada selasa (5/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dilaksanakan di kediaman Misnginah, salah satu anggota keluarga penerima manfaat. Sekitar 25 peserta hadir mengikuti kegiatan dengan antusias. Para peserta yang berasal dari keluarga penerima bantuan sosial tampak menyimak materi dengan penuh perhatian sejak awal hingga akhir kegiatan.
Melalui forum pembinaan tersebut, Imam Sarifudin menyampaikan materi bertema sabar dan syukur, dua nilai penting dalam ajaran Islam yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup.
Dalam penyampaiannya, Imam menjelaskan bahwa kehidupan tidak pernah lepas dari ujian, tantangan, maupun keterbatasan. Namun, seorang mukmin diajarkan untuk selalu bersabar dalam menghadapi kesulitan dan tetap bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan, sekecil apa pun itu.
Ia menyampaikan bahwa sabar bukan berarti menyerah pada keadaan, melainkan kemampuan untuk tetap kuat, ikhlas, dan terus berikhtiar di tengah berbagai ujian hidup. Sementara syukur menjadi kunci agar hati tetap tenang, lapang, dan tidak mudah mengeluh.
“Kadang kebahagiaan bukan datang karena banyaknya yang kita miliki, tetapi karena hati kita mampu mensyukuri apa yang sudah Allah titipkan. Dan dalam setiap kesulitan, kesabaran akan menguatkan langkah kita,” tutur Imam di hadapan peserta.
Menurutnya, materi tentang sabar dan syukur sangat penting disampaikan kepada kelompok penerima manfaat, karena selain menerima bantuan secara materi, mereka juga perlu mendapatkan penguatan rohani agar tetap memiliki semangat, optimisme, dan kepercayaan diri dalam menjalani kehidupan.
Bagi Kantor Urusan Agama Kecamatan Purwanegara, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di akar rumput. Melalui pendekatan yang humanis dan penuh empati, penyuluh agama diharapkan mampu menjadi pendamping spiritual sekaligus penguat moral bagi masyarakat binaan.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para peserta tidak hanya menerima manfaat bantuan sosial secara lahiriah, tetapi juga memperoleh kekuatan batin, keteguhan iman, dan semangat baru dalam membangun keluarga yang lebih mandiri, harmonis, dan penuh keberkahan.
(rp/azd)







