Diseminasi PJJ Kurikulum Berbasis Cinta Perkuat Kompetensi Guru MAN 2 Banjarnegara

Banjarnegara – MAN 2 Banjarnegara mengundang seluruh Bapak dan Ibu Guru untuk mengikuti kegiatan Diseminasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) 2026, (25/2). Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa tersebut, bertempat di Lantai 2 R Labkom dan diikuti oleh guru yang tidak memiliki jadwal pengawasan ASTS/ASAT pada hari itu.

Diseminasi ini merupakan tindak lanjut (TL) dari Bimbingan Teknis Jarak Jauh Desain Pembelajaran Angkatan 2 yang telah diikuti oleh Ratna Jeki Parwati, melalui Balai Diklat Semarang dengan memanfaatkan platform BLC pada 9–13 Februari 2026. Kegiatan tersebut mengupas pembelajaran mendalam, pemetaan CP, TP, dan ATP yang terintegrasi dengan KBC, pengalaman pembelajaran, asesmen, hingga praktik penyusunan pemetaan serta RPP intrakurikuler dan kokurikuler.

Ratna Jeki Parwati menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti bimtek memberikan wawasan baru dalam merancang pembelajaran. “Setelah mengikuti Bimtek Jarak Jauh Desain Pembelajaran Angkatan 2, saya merasakan pengalaman belajar yang sangat bermakna. Pembelajaran mendalam menegaskan bahwa proses belajar bukan sekadar penyampaian materi, melainkan membangun kesadaran, keterampilan berpikir kritis, dan karakter murid,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Pemetaan CP, TP, dan ATP yang diintegrasikan dengan KBC sangat membantu dalam menyusun perencanaan yang sistematis dan berorientasi capaian kompetensi. Asesmen pun diposisikan sebagai bagian dari proses belajar, bukan hanya evaluasi akhir.”

Dalam pelaksanaan diseminasi, Ratna merasakan antusiasme tinggi dari para guru. “Praktik langsung membuat pemetaan, RPP intrakurikuler, dan RPP kokurikuler menjadikan kegiatan ini aplikatif serta memperkuat budaya berbagi praktik baik di madrasah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah, Prihantoro Achmad, berharap kegiatan ini berdampak nyata. “Saya berharap diseminasi ini dapat memotivasi guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid secara konsisten,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan implementasi pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta dapat berjalan berkelanjutan serta membentuk komunitas belajar guru yang kolaboratif di lingkungan madrasah. (ta)