Edukasi Pranikah : Mahfud Arifin Dan Nihayatun Nisa Gali Ilmu Rumah Tangga Demi Jauhi Kemaksiatan

Banjarnegara (Humas) – Membangun rumah tangga yang kokoh tidak cukup hanya bermodalkan cinta. Sadar akan pentingnya kesiapan mental dan spiritual, pasangan calon pengantin, Mahfud Arifin dan Nihayatun Nisa, memilih untuk membekali diri dengan ilmu agama dan manajemen keluarga melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin). (21/5/2026)

Langkah ini diambil bukan sekadar untuk memenuhi persyaratan administratif pernikahan, melainkan sebagai komitmen nyata untuk menjaga kesucian hubungan dan membentengi diri dari segala bentuk kemaksiatan.

Dalam sesi pembekalan, fasilitator bimbingan perkawinan Kantor Urusan Agama (KUA) Bawang, Tatang Ibnu Syampurno menegaskan bahwa pernikahan dalam Islam adalah salah satu ibadah terpanjang dan sarana terbaik untuk menyempurnakan agama. Menikah secara sah menjadi jalan suci untuk menyalurkan fitrah manusia sekaligus menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang agama (maksiat).

Mahfud Arifin mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam edukasi pranikah ini memberikan pandangan baru yang lebih mendalam tentang tanggung jawab seorang suami.

“Kami ingin memulai perjalanan ini dengan cara yang benar dan diridhai Allah. Dengan bimbingan ini, kami belajar bagaimana memperlakukan pasangan dengan baik dan menyelesaikan masalah ke depan secara islami,” ujar Mahfud.

Selama bimbingan berlangsung, Nihayatun Nisa bersama pasangannya mendapatkan berbagai materi krusial, di antaranya:

Fikih Munakahat : Pemahaman mendalam mengenai hak dan kewajiban suami istri.

Manajemen Konflik : Cara mengelola perbedaan pendapat agar tidak berujung pada keretakan rumah tangga.

Kesehatan Reproduksi & Finansial : Kesiapan fisik, perencanaan keturunan, serta pengelolaan keuangan keluarga yang berkah.

Nihayatun Nisa menambahkan bahwa ilmu yang didapat menjadi modal berharga bagi mereka yang termasuk dalam generasi muda agar tidak salah arah dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Tatang Ibnu Syampurno memberikan apresiasi yang tinggi kepada pasangan Mahfud dan Nihayatun dan berharap semangat pasangan ini dapat menjadi contoh bagi pasangan muda lainnya di wilayah tersebut.

“Pernikahan yang diawali dengan niat suci untuk menjauhi maksiat, lalu dibekali dengan ilmu yang matang, insya Allah akan melahirkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta melahirkan generasi yang saleh dan salehah,” pungkas Tatang Ibnu Syampurno di akhir sesi bimbingan. 

(FA/azd)

Skip to content