Empat Penyuluh Agama Islam KUA Susukan Kuatkan Iman Pasien Rawat Inap Puskesmas 1 Susukan

Banjarnegara (Humas) – Upaya memberikan pelayanan kesehatan yang holistik, tidak hanya berfokus pada aspek fisik (jasmani) tetapi juga spiritual (rohani), terus dilakukan di wilayah Kecamatan Susukan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Rohani Islam (Bimrohis) bagi pasien rawat inap di Puskesmas 1 Susukan Banjarnegara yang dilaksanakan pada hari Selasa (4/11/2025).

Kegiatan mulia ini merupakan hasil sinergi antara UPTD Puskesmas 1 Susukan dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Susukan. Sebanyak empat orang Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Susukan Banjarnegara diturunkan secara langsung untuk menyapa dan memberikan penguatan mental-spiritual kepada para pasien.

Para Penyuluh Agama Islam (PAI) tersebut berkeliling dari kamar ke kamar rawat inap (door-to-door), menjumpai pasien dan keluarga yang bersedia menerima bimbingan. Materi yang disampaikan berfokus pada:

  • Tausiyah Singkat: Mengingatkan pentingnya sabar dan ikhlas dalam menghadapi ujian sakit, serta memahami bahwa sakit adalah penggugur dosa.
  • Fiqih Sakit: Memberikan edukasi praktis mengenai tata cara bersuci dan beribadah salat bagi orang yang sakit, disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing pasien.
  • Doa Bersama: Memimpin doa kesembuhan dan ketenangan hati, mengajak pasien dan keluarga untuk senantiasa berdzikir dan memohon pertolongan Allah SWT.
  • Motivasi Spiritual: Memberikan semangat agar pasien tetap optimis dan yakin bahwa kesembuhan adalah hak prerogatif Allah, didukung dengan upaya medis yang dijalani.

Kepala KUA Susukan Banjarnegara, melalui koordinator PAI, Yusuf Andi Yulianto menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dakwah sosial yang menyentuh langsung masyarakat yang sedang membutuhkan dukungan spiritual. “Kehadiran kami adalah untuk memastikan bahwa di tengah upaya pengobatan medis, hati dan jiwa pasien juga terawat. Kekuatan iman adalah salah satu obat paling mujarab,” ujarnya.

Salah seorang pasien rawat inap yang identitasnya tidak disebutkan, mengungkapkan rasa harunya. “Alhamdulillah, saya merasa lebih tenang dan tidak terlalu khawatir. Nasihat dan doa dari Bapak/Ibu Penyuluh sangat menguatkan. Saya jadi tahu tata cara salat yang benar meskipun kondisi sedang terbaring,” katanya dengan suara lemah.

Pihak Puskesmas 1 Susukan menyambut baik sinergi ini dan berharap kegiatan Bimrohis dapat menjadi agenda rutin sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan yang mengutamakan pendekatan holistik, yaitu sehat jasmani dan rohani. 

(yay/ azd)

Skip to content