Evaluasi Kegiatan Haji, Kakanwil Jateng Beberkan 5 Terobosan dan Langkah Progesif Haji Tahun 2025

Banjarnegara (Humas) – Kantor Wilayah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Anggaran Haji dan Evaluasi Layanan Penyelenggaraan  Haji dalam negeri tahun 2025 . Kegiatan ini di gelar di Fox Haris Hotel Banjarnegara, dan di ikuti oleh seluruh Kasi PHU, bendahara, dan operator layanan Haji di kantor Kabupaten. (16/25)

H. Ali Mustofa, selaku Kasi PHU Kemenag Banjarnegara menyambut kegiatan ini dengan hangat. “Selamat datang di Banjarnegara, selamat menikmati dingin dan sejuknya Banjarnegara,” ucapnya.

Kakanwil provinsi Jawa Tengah,H Saiful Mujab dalam sambutan sekaligus membuka acara. Menyampaikan bahwa Penyelenggaraan ibadah haji telah berakhir dan berjalan dengan baik, seluruh petugas  sudah kembali ke tanah air, hanya menyisakan 40 jemaah yang tertinggal di Arab Saudi dikarenakan kondisinya yang sakit dan tidak memungkinkan untuk terbang kembali ke tanah air.

“Penyelenggaraan ibadah haji di tahun 2025 ini sangat luar biasa dan penuh dinamika, ada beberapa jemaah yang masih tertinggal di tanah suci dikarenakan kondisinya yang sakit dan tidak layak terbang kembali ke tanah air, tetapi yang perlu di pahami, Kementerian Agama selalu mengupayakan yang terbaik dan  membuat terobosan penyelenggaraan ibadah haji”, jelasnya.

Ada 5 terobosan penyelenggaraan haji di tahun 2025, yang disampaikan oleh kakanwil, yaitu:  biaya haji turun di tahun 2025, pengelolaan DAM lebih baik (melalui bank), menggunakan delapan syarikah untuk mendorong tidak terjadinya monopoli dan persaingan pelayanan, mengumumkan nama-nama jemaah haji khusus dari masing-masing travel, menggunakan tiga maskapai penerbangan.

Selain lima terobosan tersebut, H Saiful Mujab juga menyampaikan langkah progresif penyelenggaraan ibadah haji di tahun 2025.

“Beberapa langkah progresif pada tahun ini adalah pengembangan ekosistem ekonomi haji, yaitu mengirimkan 450 ton bumbu masakan, hal tersebut dilakukan agar ibadah haji dapat menumbuhkan ekonomi yang seimbang, dikarenakan biaya ibadah haji sangatlah besar. Yang kedua adalah tentang pengawalan ibadah haji yang terus dilakukan dan diupayakan dengan baik”, imbuhnya.

Dalam akhir sambutanya kakanwil mengucapkan terimakasih kepada petugas haji, dan seluruh pihak yang terlibat pada penyelenggaraan haji tahun 2025, “semoga keterlibatan kita semua menjadi ibadah” pungkasnya. Pada saat ini Kementerian Agama sedang mempersiapkan transisi perpindahan ke BPHI. (azd)

Skip to content