FKUB Banjarnegara Kuatkan Kerukunan, Jaga Kondusivitas Daerah

Banjarnegara (Humas) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banjarnegara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk memperkuat peran dan sinergi dalam menjaga harmoni lintas iman di wilayah tersebut. Acara yang dihadiri sekitar 40 orang ini berlangsung pada Rabu (3/12/2025), bertempat di Rumah Makan Saung Mansur, Parakancanggah, Banjarnegara.

Rakor ini merupakan agenda penting yang melibatkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banjarnegara, Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, unsur Pengurus FKUB, serta Ketua dan Sekretaris Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) kecamatan se-Kabupaten Banjarnegara. Kehadiran perwakilan PKUB kecamatan menunjukkan komitmen merawat kerukunan hingga ke level tapak. Salah satu perwakilan yang hadir adalah Mustofa selaku Ketua PKUB Kecamatan Pagentan, didampingi oleh M. Syaiful Abidin, seorang Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan yang juga menjabat sebagai Sekretaris PKUB Kecamatan Pagentan.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, M. Syaiful Abidin menyoroti pentingnya peran aktif PKUB di tingkat kecamatan. Ia menekankan bahwa kerukunan bukan hanya tugas FKUB di kabupaten, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat.

“Tugas kita di PKUB Pagentan adalah memastikan setiap individu merasa aman dan nyaman menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Kerukunan ini harus di bumikan, tidak hanya wacana. Kami terus berupaya menjalin komunikasi intensif dengan tokoh-tokoh agama di Pagentan agar setiap potensi masalah dapat diselesaikan sebelum membesar,” ujar M. Syaiful Abidin.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Banjarnegara, Musobihin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan semangat para pengurus PKUB yang menjadi ujung tombak di lapangan. Ia berharap PKUB dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam bertoleransi.

“Kehadiran bapak ibu dari PKUB kecamatan ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama. FKUB dan PKUB harus menjadi penyejuk di Banjarnegara, sehingga Banjarnegara kita senantiasa adem ayem. Kerukunan yang terjaga adalah modal sosial yang tak ternilai harganya untuk membangun daerah,” tegas Musobihin.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Banjarnegara, Izak Danial Aloys, dalam sambutannya memberikan penekanan yang mendalam mengenai prinsip-prinsip kerukunan. Ia mengingatkan para peserta untuk memegang teguh nilai-nilai kebenaran dan konstitusi.

“Saya berpesan, jangan sampai kebenaran dirubah dengan kebiasaan. Apa yang menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara dalam beragama sudah diatur oleh konstitusi. Tugas FKUB dan PKUB adalah memastikan implementasinya berjalan dengan baik, tanpa melanggar hukum dan etika bermasyarakat,” kata Izak Danial Aloys.

Ia menambahkan bahwa kondisi daerah yang kondusif sangat menentukan arah pembangunan yang akan dilaksanakan. Tanpa kerukunan dan stabilitas, fokus pemerintah akan terpecah. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, FKUB, dan PKUB adalah kunci utama. Rakor ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan Banjarnegara sebagai laboratorium kerukunan yang damai dan toleran serta dilakukan Penyerahan Stempel dan Bantuan Operasional PKUB Kecamatan se-Kabupaten Banjarnegara. 

(msa/ azd)

Skip to content