Banjarnegara (Humas) – Siapa bilang urusan bimbingan agama cuma bisa didapat di masjid atau majelis taklim? Di Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, ada pemandangan menarik yang bikin suasana makin adem. Bukannya menunggu warga datang ke kantor, M. Syaiful Abidin, seorang Penyuluh Agama Islam Fungsional, justru memilih buat “jemput bola” lewat metode ngendong.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (17/4/26) ini bukan tanpa alasan. Syaiful paham betul kalau nggak semua orang punya waktu atau kesempatan buat hadir di pengajian rutin. Ada yang sibuk bekerja, ada yang punya keterbatasan fisik, atau mungkin ada yang malu kalau mau tanya-tanya urusan agama di depan orang banyak.
Dengan gaya yang santai tapi tetap berbobot, Syaiful mendatangi rumah warga satu per satu. Di sana, obrolan jadi lebih cair. Warga bisa leluasa curhat soal masalah keluarga, cara mengelola ekonomi yang berkah, sampai tips biar tetap rukun sama tetangga (moderasi beragama).
“Penyuluhan itu nggak harus selalu kaku di atas mimbar. Lewat kunjungan langsung, kita bisa ngobrol dari hati ke hati. Saya jadi lebih tahu apa sih masalah nyata yang dihadapi warga di rumah mereka,” ujar Syaiful sambil tersenyum.
Inisiatif keren ini pun langsung dapat jempol dua dari Kepala KUA Pagentan, Sidik Pramono. Menurutnya, apa yang dilakukan Syaiful adalah bukti kalau Kementerian Agama nggak cuma “jaga gawang” di kantor saja.
“Penyuluh agama itu harus bisa jadi sahabat buat masyarakat. Dengan masuk ke ruang tamu warga, Mas Syaiful membuktikan kalau kita hadir nyata buat kasih solusi, bukan cuma kasih teori,” tegas Sidik.
Selain bikin hubungan antara penyuluh dan warga makin akrab, cara ini punya banyak manfaat:
- Lebih Privat: Warga lebih nyaman nanya masalah sensitif seputar keluarga sakinah.
- Deteksi Dini: Masalah sosial-keagamaan di lingkungan bisa langsung ketahuan sebelum jadi besar.
- Edukasi Merata: Pesan-pesan kebaikan tetap tersampaikan ke mereka yang nggak bisa ikut majelis taklim.
Harapannya, lewat sentuhan personal ini, warga Pagentan nggak cuma makin jago soal ilmu agama, tapi juga makin harmonis dalam kehidupan sehari-hari.
(msa/azd)







