Generasi Qurani Wanadadi Madani, KUA Wanadadi Hidupkan Semangat Ibadah Anak Lewat Subuh Ceria TPQ Sigandu

Banjarnegara (Humas) – Semangat membangun generasi Qurani sejak usia dini terus digaungkan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wanadadi melalui kegiatan pembinaan keagamaan yang menyentuh hati anak-anak dan keluarga. Melalui program “Subuh Ceria TPQ Ranting Muhammadiyah Sigandu”, KUA Wanadadi yang diwakili Penyuluh Agama Islam, Arif Kholdun, ia mengajak para santri menanamkan kecintaan terhadap ibadah, Al-Qur’an, dan akhlakul karimah sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung pada Ahad Wage (17/5/2026) pukul 04.30–06.45 WIB tersebut dilaksanakan di Gedung Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) Dusun Karangmoncol, Desa Wanadadi, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Acara diikuti para santri pilihan dari lima TPQ beserta ibu-ibu wali santri dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.

Mengusung slogan “Generasi Qurani Wanadadi Madani”, kegiatan diawali dengan Sholat Subuh berjamaah yang dipimpin langsung oleh Ustadz Arif Kholdun, dilanjutkan dzikir dan doa bersama. Suasana khusyuk terasa ketika para santri dengan tertib mengikuti rangkaian ibadah di waktu subuh tersebut.

Dalam tausiyah singkatnya, Arif Kholdun menegaskan pentingnya membiasakan anak-anak mencintai salat berjamaah sejak usia dini sebagai pondasi pembentukan karakter Islami.

“Anak-anak yang dibiasakan bangun subuh dan sholat berjamaah akan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, kuat mental, dan dekat dengan Allah Swt. Dari masjid dan TPQ inilah lahir generasi penerus umat yang berakhlakul karimah,” ujar Arif Kholdun.

Kegiatan dilanjutkan dengan hafalan surat-surat pendek mulai dari Surat An-Nas hingga Surat Al-Humazah yang dipandu Ustadzah Sulistiyani. Dengan suara lantang dan penuh semangat, para santri melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara tartil dan kompak.

“Al-Qur’an harus menjadi sahabat anak-anak sejak kecil. Ketika hati mereka dekat dengan Al-Qur’an, maka insyaallah akhlak dan perilaku mereka juga akan terjaga,” tutur Ustadzah Sulistiyani di hadapan para peserta.

Nuansa edukatif semakin terasa saat Ustadzah Ika Fitriana menyampaikan kisah teladan Nabi Nuh ‘Alaihissalam. Dengan bahasa sederhana dan komunikatif, ia mengajak anak-anak meneladani kesabaran dan keteguhan Nabi Nuh dalam berdakwah.

“Nabi Nuh Alaihissalam berdakwah selama 950 tahun. Itu menunjukkan betapa luar biasanya kesabaran beliau dalam mengajak umat kepada kebaikan. Anak-anak juga harus belajar menjadi pribadi yang sabar dan istiqamah dalam beribadah,” ungkap Ustadzah Ika Fitriana.

Keceriaan para santri semakin bertambah melalui sesi game edukatif dan pembagian door prize yang dipandu Ustadz Muhammad Hazel Zulfar. Gelak tawa dan semangat para peserta memenuhi ruangan, menciptakan suasana hangat dan penuh kebahagiaan.

“Belajar agama tidak harus tegang. Ketika anak-anak merasa senang datang ke TPQ dan kegiatan keislaman, maka nilai-nilai kebaikan akan lebih mudah tertanam dalam hati mereka,” kata Ustadz Muhammad Hazel Zulfar.

KUA Kecamatan Wanadadi mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari sinergi antara penyuluh agama, TPQ, dan wali santri dalam membangun budaya ibadah serta memperkuat pendidikan karakter generasi muda.

Melalui kegiatan “Subuh Ceria”, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh spiritual, cinta Al-Qur’an, santun dalam akhlak, serta siap menjadi penerus bangsa yang religius dan harmonis.

“Semoga kegiatan seperti ini terus istiqamah dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi TPQ maupun lembaga pendidikan keagamaan lainnya dalam membina Generasi Qurani Wanadadi Madani menuju masyarakat yang penuh keberkahan, kedamaian, dan nilai-nilai keislaman,” pungkas Arif Kholdun.

(AK/NN/azd)

Skip to content