Banjarnegara – Sejumlah guru MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) menghadiri kegiatan muwadda’ah dan imtihan terbuka angkatan ke-IV MTs Al Fatah Program Kitab Kuning yang diselenggarakan di aula Pondok Pesantren Al Fatah Banjarnegara. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam menunjukkan capaian pembelajaran para santri.(13/5)
Peserta imtihan terbuka terdiri dari 22 santri, dengan rincian 14 santri putri dan 8 santri putra. Mereka menampilkan kemampuan terbaiknya dalam penguasaan kitab kuning di hadapan para penguji, tamu undangan, serta wali santri yang turut hadir menyaksikan.
Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan rangkaian prosesi muwadda’ah sebagai bentuk pelepasan santri yang telah menyelesaikan program pembelajaran. Suasana haru terasa ketika para santri mendapatkan doa dan restu dari para asatidz serta orang tua.
Memasuki sesi inti, para peserta imtihan secara bergantian menunjukkan kemampuannya dalam membaca, memahami, serta menjelaskan isi kitab kuning. Penampilan mereka mencerminkan ketekunan dan kesungguhan dalam menuntut ilmu, khususnya dalam bidang keilmuan Islam klasik.
Salah satu guru MIFABARA, Fatimah, yang hadir menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat luar biasa. Imtihan terbuka seperti ini menjadi bukti nyata kualitas pembelajaran kitab kuning serta melatih mental santri untuk tampil percaya diri di hadapan publik,” ujarnya.
Pihak penyelenggara juga berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mendalami ilmu agama serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kehadiran guru MIFABARA dalam acara ini menjadi bentuk dukungan dan sinergi antar lembaga pendidikan di bawah naungan yang sama. Hal ini sekaligus mempererat hubungan kelembagaan dalam upaya mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Dengan terselenggaranya muwadda’ah dan imtihan terbuka ini, diharapkan para lulusan MTs Al Fatah Program Kitab Kuning mampu menjadi generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga siap berkontribusi bagi masyarakat, agama, dan bangsa.(nas)







