MIFABARA Tingkatkan Literasi Sains Lewat Video Inovatif, Belajar Jadi Lebih Hidup dan Bermakna

Banjarnegara – Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada bidang literasi sains. Melalui pemanfaatan media video sains, madrasah menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh para siswa.(13/5)

Dalam kegiatan bimbingan literasi sains pada program intrakurikuler, siswa tidak hanya diajak membaca dan mendengarkan penjelasan, tetapi juga mengamati langsung fenomena sains melalui tayangan video yang diakses menggunakan handphone masing-masing. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih konkret dan menyenangkan, karena siswa dapat melihat secara visual bagaimana konsep sains bekerja dalam kehidupan sehari-hari.

Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka lebih mudah memahami materi karena dapat menyaksikan langsung ilustrasi dan eksperimen sederhana yang ditampilkan dalam video. “Belajarnya jadi lebih seru, tidak membosankan. Kami bisa melihat langsung bagaimana proses sains itu terjadi,” ungkap salah satu siswa dengan penuh semangat.

Salah satu guru MIFABARA menyampaikan bahwa penggunaan media video merupakan bagian dari strategi inovatif untuk meningkatkan literasi sains siswa. “Dengan video, siswa tidak hanya menghafal konsep, tetapi benar-benar memahami. Ini penting agar mereka memiliki cara berpikir ilmiah sejak dini,” ujarnya.

Kepala madrasah, Durotun Nafisah, juga menegaskan bahwa inovasi dalam pembelajaran menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini. “Literasi sains bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang kemampuan memahami, menganalisis, dan mengaitkan dengan kehidupan nyata. Media video menjadi jembatan agar pembelajaran lebih bermakna,” tuturnya.

Dari sisi pengembangan pengetahuan, pendekatan ini mencerminkan pembelajaran abad 21 yang menekankan pada keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Siswa tidak lagi menjadi penerima informasi secara pasif, melainkan aktif mengamati, bertanya, dan menarik kesimpulan dari apa yang mereka pelajari.

Lebih dari sekadar inovasi, kegiatan ini menjadi bukti bahwa belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan tanpa mengurangi esensi pemahaman. Ketika siswa merasa senang, maka ilmu akan lebih mudah melekat dan berkembang.

Karena sejatinya, ilmu pengetahuan akan tumbuh subur pada hati yang senang belajar dan pikiran yang terbuka untuk mencoba hal baru. Teruslah berinovasi, sebab dari langkah kecil hari ini, akan lahir generasi yang mampu berpikir besar dan membawa perubahan di masa depan.(nas)

Skip to content