Banjarnegara – Menjelang pelaksanaan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 5–8 Oktober 2026, guru MIFABARA mengikuti Webinar Seri 34 bertajuk “SONGSONG AKGTK DENGAN BAHAGIA” yang diselenggarakan oleh POKJAWAS JATIM (Kelompok Kerja Pengawas Madrasah Jawa Timur) pada Sabtu (3/10).
Webinar yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini menjadi salah satu langkah strategis bagi guru dan tenaga kependidikan untuk mempersiapkan diri menghadapi asesmen. Dengan mengusung semangat “Inspirasi dan Melayani”, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk memperkuat pemahaman, kesiapan mental, serta strategi dalam menghadapi pelaksanaan AKGTK.
Guru-guru MIFABARA mengikuti webinar dengan antusias. Materi yang disampaikan tidak hanya memberikan gambaran mengenai strategi menghadapi AKGTK, tetapi juga membahas berbagai hal teknis pelaksanaan asesmen sehingga peserta dapat memahami tahapan dan ketentuan asesmen dengan lebih baik.
Bagi guru MIFABARA, keikutsertaan dalam webinar ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadapi AKGTK dengan penuh persiapan. Asesmen tidak dipandang semata-mata sebagai sebuah evaluasi, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan refleksi terhadap kompetensi dan profesionalitas guru dalam menjalankan tugas pendidikan.
Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, memberikan apresiasi terhadap semangat guru MIFABARA yang terus berupaya meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi AKGTK.
“Persiapan menghadapi AKGTK hendaknya tidak menjadikan kita terbebani. Justru kita jadikan sebagai kesempatan untuk mengukur dan merefleksikan kompetensi yang selama ini kita miliki. Dengan persiapan yang baik, insyaallah kita dapat mengikuti asesmen dengan tenang, percaya diri, dan bahagia,” tuturnya.
Semangat tersebut juga dirasakan oleh para guru MIFABARA. Salah satu guru, Wahid, menyampaikan bahwa webinar memberikan tambahan wawasan sekaligus motivasi bagi guru dalam menghadapi AKGTK.
“Webinar ini sangat membantu kami untuk lebih memahami bagaimana menghadapi AKGTK, baik dari sisi strategi maupun teknis. Yang paling penting, kami mendapatkan penguatan bahwa asesmen harus dihadapi dengan persiapan dan pikiran positif. Semoga seluruh guru MIFABARA dapat mengikuti AKGTK dengan lancar dan memperoleh hasil terbaik,” ungkapnya.
AKGTK 2026 pun disambut bukan sekadar sebagai sebuah asesmen, melainkan sebagai momentum refleksi dan penguatan profesionalitas guru serta tenaga kependidikan demi terwujudnya madrasah yang semakin bermutu, berdaya saing, dan membahagiakan bagi seluruh warga madrasah.(nas)
