Hari Kesaktian Pancasila di Kelas 5C MIFABARA: Belajar Menghidupkan Pancasila dalam Keseharian

Banjarnegara –  Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di MIFABARA tidak sekadar menjadi momentum untuk mengenang sejarah bangsa. Di kelas 5C, peringatan ini menjadi kesempatan bagi murid untuk memahami, mendiskusikan, sekaligus merefleksikan bagaimana nilai-nilai Pancasila hadir dalam kehidupan mereka setiap hari.(1/10)

Suasana pembelajaran di kelas 5C berlangsung aktif dan penuh antusias. Murid dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi mengenai pentingnya Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diajak melihat bahwa Pancasila bukan hanya lima sila yang perlu dihafalkan, tetapi merupakan pedoman yang dapat diwujudkan melalui sikap dan tindakan sederhana.

Dalam diskusi kelompok, murid saling bertukar pendapat dan memberikan contoh nyata. Mulai dari menghargai pendapat teman, membantu sesama, melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab, menjaga persatuan, bermusyawarah ketika menghadapi perbedaan, hingga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menariknya, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan membuat “Checklist Amalan Pancasila” sebagai alat evaluasi diri. Setiap murid menyusun daftar sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila untuk dilakukan dan diperiksa setiap hari.

Checklist tersebut menjadi sebuah pengingat sederhana bahwa menjadi generasi Pancasila dimulai dari hal-hal kecil. Sudahkah aku menghargai teman hari ini? Sudahkah aku membantu tanpa diminta? Sudahkah aku bermusyawarah? Sudahkah aku menjaga kebersihan lingkungan? Sudahkah aku berlaku adil dan bertanggung jawab?

Melalui kegiatan tersebut, murid belajar bahwa Pancasila bukan hanya untuk dibicarakan, tetapi untuk dihidupkan. Nilai-nilainya tumbuh dari kebiasaan baik yang dilakukan berulang-ulang hingga menjadi karakter.

Wali kelas 5C mengungkapkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membantu murid memahami Pancasila dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.

“Anak-anak tidak cukup hanya mampu menyebutkan lima sila Pancasila. Yang lebih penting adalah mereka mampu menunjukkan maknanya melalui perilaku sehari-hari. Checklist ini menjadi sarana bagi mereka untuk belajar jujur kepada diri sendiri dan terus memperbaiki sikap,” ungkapnya.

Kegiatan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di kelas 5C akhirnya menjadi sebuah refleksi bersama bahwa Pancasila akan tetap sakti ketika nilai-nilainya terus dijaga dan diamalkan oleh generasi penerus bangsa.

Dari ruang kelas 5C MIFABARA, tumbuh sebuah kesadaran sederhana. Indonesia yang kuat tidak hanya dibangun oleh kata-kata besar, tetapi oleh anak-anak yang setiap hari memilih untuk berbuat baik, menghargai sesama, menjaga persatuan, dan bertanggung jawab.(nas)