Banjarnegara (Humas) – Kabar membanggakan kembali datang dari MTs Negeri 1 Banjarnegara. Salah satu guru Bahasa Indonesia, Surya Widhi Prakosa, berhasil menjadi penulis terpilih yang karyanya diterbitkan dalam buku berjudul “Kawin Perak” bersama Gol A Gong, Duta Baca Indonesia. Buku tersebut merupakan bagian dari kegiatan besar dalam rangka Pemecahan Rekor MURI Menulis Fiksi Mini Terbanyak di Indonesia yang digagas oleh Yayasan Rumah Indonesia Menulis pada Agustus 2025 di Purwokerto.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi Surya Widhi Prakosa secara pribadi, tetapi juga bagi keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara. Pasalnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa guru madrasah juga mampu berkontribusi di tingkat nasional, khususnya dalam bidang literasi dan kepenulisan.
Dalam keterangannya, H. Yatiman, Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi tersebut.
“Kami merasa bangga sekaligus terinspirasi oleh capaian Pak Surya. Beliau telah menunjukkan bahwa guru madrasah memiliki potensi besar di bidang sastra dan literasi. Keikutsertaan beliau dalam ajang nasional yang berujung pada pemecahan rekor MURI ini menjadi bukti nyata bahwa semangat literasi di Madtsansa terus tumbuh dan berbuah prestasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, H. Yatiman menambahkan bahwa madrasah akan terus mendorong para guru dan siswa untuk aktif menulis serta berpartisipasi dalam kegiatan literasi nasional. “Kami ingin menjadikan MTsN 1 Banjarnegara bukan hanya unggul di bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga sebagai madrasah yang produktif dan kreatif dalam karya tulis,” tegasnya.
Sementara itu, Ki Sarno, Koordinator Kelas Unggulan Sastra MTs Negeri 1 Banjarnegara, turut menyampaikan rasa syukurnya.
“Pak Surya ini menjadi teladan bagi para siswa dan guru. Beliau aktif membimbing kegiatan menulis di madrasah dan kini membuktikan kiprahnya di tingkat nasional. Prestasi ini tentu menjadi motivasi besar bagi anak-anak di kelas unggulan sastra untuk terus menulis dan berkarya,” ujar Ki Sarno.
Surya Widhi Prakosa sendiri mengaku sangat bersyukur dapat dipercaya menjadi salah satu penulis terpilih dalam proyek besar tersebut. Menurutnya, kesempatan berkolaborasi dengan Gol A Gong dan ratusan penulis dari berbagai daerah di Indonesia merupakan pengalaman berharga yang memperluas wawasan kepenulisannya.
“Saya tidak menyangka akan bisa terlibat dalam buku antologi nasional yang berujung pada pemecahan rekor MURI. Ini menjadi kebanggaan luar biasa, bukan hanya bagi saya pribadi tetapi juga untuk Madtsansa. Semoga ini menjadi semangat bagi teman-teman guru dan siswa untuk terus menulis,” tutur Surya.
Lebih jauh, Surya menjelaskan bahwa karyanya dalam buku Kawin Perak berangkat dari pengalaman dan refleksi sederhana tentang kehidupan sehari-hari yang dikemas dalam bentuk fiksi mini.
“Saya percaya bahwa setiap peristiwa kecil dalam hidup bisa menjadi sumber inspirasi. Menulis fiksi mini mengajarkan kita untuk menyampaikan makna besar lewat kata yang terbatas,” imbuhnya.
Salah satu rekan sejawat sekaligus pegiat literasi Madtsansa, Linara, turut memberikan apresiasi terhadap prestasi tersebut.
“Pak Surya adalah sosok guru yang konsisten dan penuh semangat dalam dunia literasi. Beliau bukan hanya menulis untuk dirinya sendiri, tetapi juga aktif membimbing dan memotivasi rekan guru serta siswa. Dengan capaian ini, semangat literasi di Madtsansa akan semakin menggelora,” tutur Linara.
Kegiatan pemecahan rekor MURI Menulis Fiksi Mini Terbanyak di Indonesia ini melibatkan ribuan penulis dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, guru, hingga penulis profesional. Yayasan Rumah Indonesia Menulis di bawah kepemimpinan Indra Gunawan memberikan apresiasi berupa sertifikat penghargaan kepada para penulis terpilih, termasuk Surya Widhi Prakosa.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa guru madrasah mampu menunjukkan kiprah dan kreativitasnya di tingkat nasional. MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menorehkan catatan positif dalam bidang literasi, menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menginspirasi melalui karya. (Fy/La)







