Banjarnegara (Humas) – Yulis dan Turno selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada wali siswa TK PGRI Lawen. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang kelas TK tersebut dimulai pukul 08.00 WIB setelah para siswa masuk ke kelas masing-masing. Sebanyak 26 wali siswa mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan menyimak materi yang disampaikan hingga selesai. (13/5/2026)
Pada kesempatan tersebut, Yulis dan Turno membawakan materi tentang cara menghadapi anak yang tantrum. Materi ini dipilih karena masih banyak orang tua yang mengalami kesulitan saat menghadapi anak yang menangis berlebihan, marah, berguling di lantai, atau sulit dikendalikan ketika keinginannya tidak terpenuhi.
Dalam penyampaiannya, para penyuluh menjelaskan bahwa tantrum merupakan fase yang umum terjadi pada anak usia dini. Namun demikian, orang tua tetap perlu memahami cara menyikapinya dengan tepat agar kondisi anak tidak semakin memburuk. Orang tua diingatkan agar tidak mudah terpancing emosi serta tetap memberikan perhatian dan pendampingan kepada anak.
Turno menyampaikan bahwa pola komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosi anak sejak dini.
“Anak yang tantrum sebenarnya sedang belajar menyampaikan perasaan yang belum bisa mereka ungkapkan dengan baik. Orang tua jangan langsung marah atau membentak, tetapi perlu memahami kondisi anak dan tetap memberikan pendampingan dengan sabar,” ujar Turno.
Ia juga menambahkan bahwa ketenangan orang tua menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi anak tantrum. Menurutnya, anak akan lebih mudah tenang apabila orang tua mampu mengendalikan emosinya terlebih dahulu.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi dan berbagi pengalaman antar wali siswa. Beberapa peserta tampak aktif bertanya mengenai kebiasaan anak di rumah serta cara mengatasi anak yang sulit diatur. Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan penuh keakraban karena materi yang dibahas sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari para orang tua.
Erna selaku salah satu wali siswa mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang pola pengasuhan anak usia dini.
“Materinya sangat bermanfaat karena memang banyak orang tua yang kadang bingung saat anak tantrum. Setelah mengikuti penyuluhan ini saya jadi lebih paham bagaimana menghadapi anak dengan lebih sabar, tidak mudah emosi, dan mencoba memahami perasaan anak,” ungkap Erna.Melalui kegiatan ini, diharapkan para wali siswa mampu menerapkan pola pengasuhan yang lebih baik di lingkungan keluarga sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan penuh kasih sayang, perhatian, dan pendidikan karakter yang positi sejak usia dini. (ev/azd)
