Banjarnegara — Kegiatan hari pertama IMTAS (Imtihan Tahfiz Akhir Semester) Kelas Unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Kamis (11/12) berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan. Bertempat di Masjid Darul Ulum Madtsansa, para peserta dari kelas VII, VIII, dan IX yang terjadwal pada hari pertama tampak antusias mengikuti ujian setoran hafalan di hadapan para penguji yang telah ditunjuk oleh pihak madrasah.
Pada pelaksanaan hari pertama ini, beberapa penguji yang terlibat adalah Ust. Ary Yanto, Ust. Khoiril Abda Anam, Ust. A. Afifurrahman, Ust. M. Aflah Nur Huda, dan Ust. Ali Makhsum. Para siswa diuji kemampuan hafalan mereka mulai dari Juz 30, 29, hingga tambahan juz lainnya sesuai capaian masing-masing.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi besarnya terhadap pelaksanaan IMTAS yang berlangsung dengan sangat baik.
“IMTAS ini menjadi momentum penting untuk mengukur capaian hafalan para siswa kelas unggulan tahfiz. Kami bersyukur kegiatan hari pertama berjalan lancar. Saya melihat kesungguhan para penguji dan keseriusan siswa dalam menjaga amanah Al-Qur’an. Semoga hasilnya menjadi motivasi bagi mereka untuk terus meningkatkan hafalan,” ungkapnya.
Koordinator Kelas Unggulan Tahfiz, Ust. Khoerul Mahbub Alhafidz, turut menyampaikan bahwa IMTAS bukan sekadar ujian hafalan, tetapi bagian dari proses pembinaan karakter siswa.
“Kegiatan ini melatih kedisiplinan, kejujuran, dan konsistensi siswa dalam murojaah. Kami memberikan ruang kepada mereka untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa tekanan. Alhamdulillah hari pertama ini berjalan dengan suasana tenang dan kondusif,” jelasnya.
Ust. Ary Yanto, salah satu penguji, menilai peserta hari pertama sudah menunjukkan persiapan yang baik.
“Sebagian besar siswa mampu menyetorkan hafalan dengan lancar. Memang ada yang masih terbata-bata, namun itu hal yang wajar. Yang penting mereka memiliki semangat untuk memperbaiki,” ujarnya dengan penuh apresiasi.
Senada dengan hal itu, Ust. A. Afifurrahman juga mengungkapkan kepuasannya terhadap proses IMTAS hari pertama.
“Saya menguji beberapa siswa dari kelas VII dan VIII. Mereka memiliki karakter yang baik dan tidak mudah menyerah meski terkadang lupa di beberapa ayat. Ini bukti bahwa pembinaan tahfiz di Madtsansa berjalan konsisten,” tuturnya.
Selain para penguji dan jajaran madrasah, para peserta juga merasakan manfaat besar dari kegiatan IMTAS. Salah satunya, Heaven Fathiya Rahma, siswi kelas VII yang mengikuti ujian pada hari tersebut.
“Awalnya saya tegang, tapi setelah mulai membaca, saya jadi lebih tenang. Saya merasa IMTAS ini membantu saya mengetahui bagian mana yang harus saya perbaiki,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Okta Arovina Zahra, siswi kelas IX. Ia menuturkan bahwa IMTAS menjadi momen untuk menguji kemampuan diri menjelang kelulusan.
“Sebagai kelas IX, saya ingin memastikan hafalan saya tetap terjaga. IMTAS ini memotivasi saya untuk lebih konsisten murojaah,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan IMTAS hari pertama berakhir pada siang hari dengan evaluasi internal dari tim panitia. Para penguji menyampaikan catatan-catatan perkembangan siswa sebagai bahan perbaikan pembelajaran tahfiz di Madtsansa.
Dengan pelaksanaan yang tertib dan didukung suasana masjid yang kondusif, hari pertama IMTAS Kelas Unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara dinilai sukses. Pihak madrasah berharap pelaksanaan hari-hari berikutnya dapat berjalan semakin baik dan memberikan hasil terbaik bagi seluruh peserta.
Kegiatan IMTAS dijadwalkan berlangsung hingga beberapa hari mendatang dengan peserta yang berbeda setiap harinya sesuai jadwal yang telah ditentukan. Madrasah berharap kegiatan ini mampu mengukuhkan Madtsansa sebagai madrasah yang unggul dalam pembinaan Al-Qur’an dan berkarakter religius. (Lin)







