Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, hadir memberikan penyuluhan di MT Al-Mukhsin Desa Gelang Kecamatan Rakit, Selasa (12/5/2026).
Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Fatma Kurnianingsih, hadir memberikan tausiyah di Majelis Taklim Al-Mukhsin pimpinan Siti Solehah.
Kegiatan yang diikuti oleh 50 jamaah ibu-ibu, dilaksanakan setiap hari Selasa. Kali ini Fatma mengangkat tema “Harmoni Keluarga Bagaikan Matahari, Bulan, dan Bintang-bintang”, Fatma mengajak jamaah merenungi indahnya tatanan keluarga jika setiap anggota menjalankan perannya dengan baik.
“Allah menciptakan tata surya begitu harmonis. Matahari bersinar, bulan memantulkan cahaya, bintang-bintang menghiasi malam. Tidak ada yang saling mendahului. Begitu pula keluarga. Jika ayah, ibu, dan anak bersinergi, maka rumah tangga akan terang, hangat, dan indah,” buka Fatma mengawali materi.
Dalam paparannya, Fatma menganalogikan ayah sebagai matahari. Ayah adalah sumber energi utama, pemimpin yang bertanggung jawab memberi nafkah lahir batin, pelindung, dan menjadi teladan akhlak serta selalu hadir buat keluarga. “Matahari tidak pernah absen menyinari bumi. ayah juga jangan absen dari kehidupan anak. Temani mereka, ajak bicara, jadilah imam yang dirindukan,” tegas Fatma.
Ibu diibaratkan sebagai bulan. Bulan tidak punya cahaya sendiri, ia memantulkan cahaya matahari dengan lembut di kala malam. Ibu adalah madrasah pertama, penyejuk di saat rumah tangga goncang, pengatur rumah. “Jika matahari terlalu terik, bulan hadir mendinginkan. Maka ibu harus pandai menjaga lisan dan menjadi peneduh bagi suami dan anak,” jelasnya.
Adapun anak-anak adalah bintang-bintang. Mereka menjadi penghias, pelipur lara, sekaligus penerus perjuangan orang tua. Tugas anak adalah berbakti, belajar sungguh-sungguh, dan membanggakan orang tua dengan akhlak mulia. Bintang boleh banyak, namun jika tidak ada matahari dan bulan, malam akan gelap gulita. Artinya, anak tetap butuh bimbingan ayah dan ibu.
Fatma menekankan, kebahagiaan keluarga tidak bisa diwujudkan satu pihak saja. Harus “3 serangkai”: ayah, ibu, dan anak saling menguatkan.
Pimpinan MT Al-Mukhsin, Siti Solehah, mengaku materi ini sangat menyentuh. Selama ini kadang kami sebagai ibu merasa bekerja sendiri. Ternyata memang suami istri harus kompak, anak juga harus diajak bicara baik-baik,”tuturnya.
Kegiatan ditutup doa bersama agar setiap keluarga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.
(n/azd)







