Suasana Ceria Warnai Bimbingan Hafalan Juz ‘Amma di TPQ At-Taqwa Pringamba

Banjarnegara (Humas) – Efatun Vaizah selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum melaksanakan kegiatan bimbingan keagamaan di TPQ At-Taqwa Desa Pringamba, Kecamatan Pandanarum pada Selasa sore mulai pukul 15.30 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut diikuti oleh 17 santriwan dan santriwati dengan penuh semangat dan suasana yang ceria. (12/5/2026)

Dalam kegiatan itu, para santri mendapatkan pendampingan baca tulis Al-Qur’an sekaligus bimbingan hafalan Juz ‘Amma. Efatun membimbing para santri satu per satu untuk membaca dan menyetorkan hafalan mereka. Tidak hanya mendengarkan hafalan, ia juga memperbaiki lafadz, panjang pendek bacaan, serta pengucapan huruf hijaiyah agar sesuai dengan kaidah tajwid.

Suasana belajar berlangsung santai namun tetap penuh semangat. Beberapa santri tampak malu-malu saat diminta maju menyetorkan hafalan, namun setelah diberi motivasi mereka mulai berani membaca di depan teman-temannya. Ada pula santri yang harus berulang kali mengulang bacaan karena masih kurang tepat dalam pelafalan. Meski demikian, para santri tetap antusias dan bahkan tertawa bersama ketika ada bacaan yang keliru lalu dibetulkan bersama-sama.

Efatun menyampaikan bahwa proses belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an memang membutuhkan kesabaran dan pembiasaan sejak dini. “Anak-anak sangat antusias mengikuti bimbingan. Walaupun bacaannya beberapa kali harus diulang dan dibetulkan, mereka tetap semangat mencoba sampai benar. Ini menjadi hal positif untuk melatih keberanian dan ketekunan mereka dalam belajar Al-Qur’an,” ujarnya.

Selain bimbingan hafalan, kegiatan juga diisi dengan murojaah bersama agar hafalan para santri semakin kuat. Para santri terlihat bersemangat mengikuti setiap arahan yang diberikan hingga kegiatan selesai menjelang sore hari.

Sementara itu, Endarwati selaku ustadzah tetap TPQ At-Taqwa mengaku bersyukur dengan adanya pendampingan dari Penyuluh Agama Islam. Menurutnya, metode penyampaian yang santai dan sabar membuat anak-anak lebih nyaman dalam belajar. “Anak-anak jadi lebih percaya diri saat membaca maupun menghafal. Mereka tidak takut ketika bacaannya dibetulkan dan malah semakin semangat untuk belajar,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan para santri semakin termotivasi untuk mencintai Al-Qur’an, meningkatkan kemampuan membaca, serta membiasakan diri menghafal ayat-ayat pendek dalam kehidupan sehari-hari. 

(ev/azd)

Skip to content