Penyuluh Lintas Agama Bersatu di Vihara Dhammaloka Merden, Tebarkan Pesan Damai dan Cegah Stunting

Banjarnegara (Humas)— Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama tampak hangat dalam kegiatan bersih-bersih tempat ibadah yang dilaksanakan di Vihara Padepokan Dhammaloka, Desa Merden, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini melibatkan para penyuluh agama lintas agama bersama unsur pemerintah dan masyarakat setempat sebagai bentuk nyata penguatan kerukunan umat beragama sekaligus kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. (13/5/2026)

Hadir dalam kegiatan tersebut Plh. Kasubbag Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, perwakilan Kesbangpol Kabupaten Banjarnegara, para penyuluh agama Islam, Buddha, Kristen Protestan, Kristen Katolik, jamaah Buddha, serta Pemerintah Desa Merden. Seluruh peserta tampak bergotong royong membersihkan area vihara dan lingkungan sekitar dengan penuh kekeluargaan.

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat toleransi, mempererat persaudaraan lintas agama, serta menanamkan nilai gotong royong dalam menjaga kebersihan dan kesucian tempat ibadah. Selain menjadi simbol kebersamaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun komunikasi harmonis antarumat beragama di Kabupaten Banjarnegara.

Dalam sambutannya, Plh. Kasubbag Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Slamet Wahyudi, menyampaikan pentingnya menjaga kedamaian dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia menegaskan bahwa perbedaan agama bukan penghalang untuk saling membantu dan bekerja sama demi kemaslahatan bersama.

“Kerukunan umat beragama harus terus dirawat. Melalui kegiatan seperti ini, kita menunjukkan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Kebersamaan lintas agama menjadi kekuatan untuk menjaga kedamaian bangsa,” ujarnya.

Selain kegiatan kerja bakti, para penyuluh juga melaksanakan sosialisasi program KOPI SECETING (Komunitas Penyuluh Agama Intens Serius Cegah Stunting) sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting. Dalam sosialisasi tersebut disampaikan pentingnya edukasi keluarga, pola asuh, gizi seimbang, serta peran tokoh agama dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat.

Penyuluh Agama Buddha, Ade Retno Purwati, menyampaikan bahwa kegiatan lintas agama seperti ini membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Kami merasa bahagia karena kegiatan ini memperlihatkan indahnya persaudaraan. Semua bisa berkumpul tanpa melihat perbedaan. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan memberi contoh baik bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam, Hendriyanto, mengatakan bahwa keterlibatan penyuluh agama dalam kegiatan sosial menjadi bagian penting dari tugas pembinaan kepada masyarakat.

“Penyuluh agama tidak hanya memberikan pembinaan keagamaan, tetapi juga harus hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa toleransi, kepedulian lingkungan, dan pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Banjarnegara, Irwan, yang menilai kegiatan tersebut sebagai contoh baik sinergi lintas agama dalam menjaga persatuan.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu memperkuat harmonisasi antarumat beragama. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat Banjarnegara menjunjung tinggi toleransi, gotong royong, dan semangat persatuan,” katanya.

Dengan penuh semangat kebersamaan, kegiatan di Vihara Padepokan Dhammaloka Merden tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam menjaga kerukunan, memperkuat kepedulian sosial, dan bersama-sama membangun masyarakat yang sehat, damai, dan harmonis.

Skip to content