Banjarnegara (Humas) — Suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan menyelimuti kegiatan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Darul Hikmah Slepa, Desa Karangkemiri, Kecamatan Wanadadi, Senin (18/05/2026). Kegiatan yang diisi oleh para Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wanadadi, yakni Khasan, Arif Kholdun, dan Tugiran tersebut mengangkat tema “3 Tanda Orang Dermawan Berdasarkan Kitab Wasiatul Musthofa.” (18/5/2026)
Puluhan jamaah majelis taklim tampak antusias mengikuti penyampaian materi yang sarat pesan moral dan penguatan akhlak sosial. Dalam penyuluhan tersebut, para penyuluh mengajak masyarakat untuk menumbuhkan semangat berbagi, peduli terhadap sesama, serta membangun keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi, Khasan, menjelaskan bahwa sifat dermawan bukan hanya diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, tetapi dari keluasan hati untuk membantu orang lain.
“Orang yang dermawan itu tidak pernah takut miskin karena yakin bahwa setiap kebaikan akan diganti oleh Allah dengan keberkahan yang lebih besar. Sedikit pemberian namun ikhlas nilainya sangat mulia di sisi Allah,” ungkap Khasan di hadapan jamaah.
Sementara itu, Arif Kholdun menyampaikan bahwa dalam Kitab Wasiatul Musthofa dijelaskan tiga tanda orang dermawan, yakni mudah memberi kepada yang membutuhkan, lebih mendahulukan kepentingan orang lain, dan senang membantu tanpa mengharap balasan.
“Dermawan bukan sekadar memberi, tetapi juga tentang kepekaan hati. Ketika seseorang bahagia melihat orang lain terbantu, di situlah tanda kemuliaan akhlaknya mulai tumbuh,” tutur Arif Kholdun.
Pada kesempatan yang sama, Tugiran mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dalam bersedekah agar amal yang dilakukan benar-benar bernilai ibadah.
“Jangan menunggu kaya untuk berbagi. Justru dengan berbagi, Allah membuka pintu rezeki dan menenangkan hati kita. Orang yang ringan tangan membantu sesama akan dicintai manusia dan dimuliakan Allah,” jelas Tugiran.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh kekeluargaan. Jamaah terlihat aktif menyimak dan berdiskusi terkait penerapan sikap dermawan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan nilai-nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, religius, dan saling menguatkan antar sesama.
KUA Wanadadi terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyejukkan dan membangun karakter umat melalui berbagai kegiatan penyuluhan di majelis taklim maupun masyarakat luas. Sejalan dengan semangat Kementerian Agama, penyuluhan agama diharapkan menjadi sarana memperkuat moderasi beragama, mempererat ukhuwah, dan menanamkan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
(NN/azd)







