Banjarnegara (Humas) — Suasana penuh kekhusyukan dan semangat menuntut ilmu terasa di Aula Al Hidayah Desa Tapen, Rabu (20/5/2026), saat Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wanadadi, Khasan dan Arif Kholdun menggelar kegiatan penyuluhan keagamaan bersama Majelis Taklim Nurul Hikmah. Kegiatan ini mengangkat tema tentang keutamaan 10 hari pertama bulan Zulhijah, momentum istimewa yang sering terlupakan oleh umat Islam.
Dalam penyampaiannya, para penyuluh mengingatkan bahwa 10 hari pertama Zulhijah merupakan hari-hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh. Jamaah diajak memahami bahwa kemuliaan waktu tersebut tidak kalah agung dibanding malam-malam terakhir Ramadan.
Penyuluh Agama Islam Khasan menyampaikan bahwa Rasulullah saw sendiri menegaskan besarnya keutamaan amal pada hari-hari tersebut sebagaimana sabda beliau:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (10 hari pertama Zulhijah).” (HR. Bukhari).
“Banyak orang begitu bersemangat mengejar Lailatul Qadar, tetapi justru lalai memanfaatkan kemuliaan 10 hari pertama Zulhijah. Padahal, inilah waktu yang sangat dicintai Allah untuk beramal saleh. Jangan sampai kita menjadi orang yang menyesal karena melewatkannya,” tutur Khasan di hadapan jamaah.
Ia juga menjelaskan bahwa keistimewaan hari-hari tersebut terletak pada berkumpulnya berbagai induk ibadah dalam satu waktu, mulai dari shalat, puasa, sedekah, kurban hingga ibadah haji.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Arif Kholdun mengajak jamaah untuk menghidupkan hari-hari mulia tersebut dengan amalan-amalan utama seperti puasa sunnah, memperbanyak dzikir dan takbir, berkurban, serta meningkatkan amal sosial dan ibadah harian.
“Puasa Arafah adalah kesempatan besar yang jangan disia-siakan, karena Rasulullah saw menyebutkan bahwa puasa tersebut dapat menghapus dosa dua tahun. Selain itu, mari hidupkan rumah-rumah kita dengan takbir, tahmid, dan tahlil agar syiar Islam semakin terasa,” ungkap Arif Kholdun.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga diri dari maksiat di bulan mulia tersebut. Menurutnya, sebagaimana pahala dilipatgandakan, dosa yang dilakukan pada waktu-waktu istimewa juga memiliki bobot yang lebih berat di sisi Allah Swt.
Kegiatan penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif. Jamaah Majelis Taklim Nurul Hikmah tampak antusias mengikuti materi hingga akhir acara. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan momentum Dzulhijjah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt dan memperbaiki kualitas ibadah.
KUA Wanadadi terus berkomitmen menghadirkan pembinaan dan penyuluhan keagamaan yang menyejukkan serta membangun kesadaran spiritual masyarakat. Melalui majelis taklim dan kegiatan keagamaan lainnya, KUA Wanadadi berharap nilai-nilai keislaman dapat terus tumbuh dan menjadi penguat kehidupan umat yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.
(NN/azd)







