Keluarga Sakinah, Cita-Cita Setiap Rumah: Pesan Penyuluh Agama Islam di Majelis Taklim

Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga dan menumbuhkan kesadaran beragama di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) dari Kantor Urusan Agama (KUA), Ani Musyarofah, menyampaikan kajian bertema “Keluarga Sakinah, Cita-Cita Setiap Rumah” di Majelis Taklim An-Nisa RT 4/5 Desa Ampelsari Kecamatan Banjarnegara pada hari Rabu (22/10). Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan jamaah, sebagian besar ibu-ibu rumah tangga yang antusias mendengarkan penjelasan tentang pentingnya membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Dalam kajiannya, penyuluh agama menjelaskan bahwa keluarga sakinah tidak terbentuk secara instan, melainkan harus dibangun di atas pondasi iman, komunikasi yang baik, dan saling pengertian antara suami, istri, serta anak-anak. Ia menekankan bahwa rumah tangga merupakan “madrasah pertama” bagi generasi penerus, sehingga peran orang tua sangat menentukan arah pendidikan dan akhlak anak.

“Kesakinahan dalam keluarga bukan berarti tanpa masalah, tetapi bagaimana kita mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, sabar, dan berpegang pada ajaran agama,” ungkap penyuluh dalam materinya. Ia juga mengajak jamaah untuk memperkuat ibadah bersama keluarga, saling menghormati, dan menumbuhkan kebiasaan berdialog secara terbuka.

Kegiatan kajian tersebut mendapat sambutan positif dari para jamaah. Salah satu peserta, Ibu Murtinah, mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga. “Saya jadi lebih paham bahwa keluarga bahagia itu bukan yang tanpa ujian, tapi yang bisa saling menopang di setiap keadaan,” ujarnya.

Melalui kajian rutin di majelis taklim ini, penyuluh agama berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya membina keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Sebab dari keluarga yang kuat dan harmonis, akan lahir generasi yang berakhlak, berilmu, dan membawa kedamaian bagi lingkungan sekitarnya.

Skip to content