Ketika Bantuan Jadi Jalan Kemandirian: Kolaborasi Penyuluh Agama dan PKH untuk Umat

Banjarnegara (Humas) – Semangat pemberdayaan masyarakat terus digelorakan melalui kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah dan pendamping Program Kelompok Harapan (PKH), Walid Kurniawan di salahsatu rumah warga Desa Tlagawera pada hari Kamis (23/10). Keduanya bersinergi dalam mewujudkan gerakan ekonomi umat, sebuah inisiatif yang bertujuan mengubah bantuan sosial menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH Desa Tlagawera. Dalam kegiatan tersebut, penyuluh agama memberikan motivasi dan pembinaan spiritual tentang pentingnya bersyukur, bekerja keras, dan memanfaatkan bantuan dengan bijak. Sementara itu, pendamping PKH memaparkan strategi pengelolaan bantuan agar bisa berkembang menjadi usaha produktif, seperti warung kecil, usaha kuliner, hingga kerajinan rumahan.

“Kolaborasi PKH dan penyuluh agama ini memperkuat pemahaman masyarakat. Bantuan finansial yang dikombinasikan dengan bimbingan spiritual membuat keluarga lebih percaya diri dan berdaya,” ungkap pendamping PKH.

“Bantuan tidak seharusnya berhenti sebagai pemberian, tetapi harus menjadi pintu menuju kemandirian,” ujar penyuluh agama dalam arahannya. Ia menekankan bahwa ajaran Islam mendorong umatnya untuk kuat secara ekonomi, sehingga mampu memberi manfaat bagi sesama.

Salah satu peserta, Sri Rahayu, mengaku termotivasi setelah mengikuti kegiatan ini. “Saya jadi paham kalau bantuan bukan untuk dihabiskan, tapi bisa jadi modal kecil untuk usaha. Dengan dukungan PKH dan bimbingan penyuluh, saya ingin mulai berdagang kecil-kecilan,” katanya dengan semangat.

Melalui sinergi antara penyuluh agama dan PKH, gerakan ekonomi umat ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran baru: bahwa kemandirian adalah bentuk nyata dari rasa syukur. Dari tangan-tangan yang dulu menerima bantuan, kini diharapkan lahir tangan-tangan yang mampu memberi dan menguatkan sesama.

Skip to content