Banjarnegara (Humas) – Membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an menjadi fokus utama dalam kegiatan kajian keagamaan yang diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) dari Kantor Urusan Agama (KUA), Ani Musyarofah di Majlis Taklim Baiturrohmah RT 2/3 Kelurahan Semampir Kecamatan Banjarnegara pada hari Kamis (23/10). Kegiatan yang diikuti puluhan jamaah ini bertema “Mengubah Bacaan Menjadi Amalan”, dengan tujuan menanamkan kesadaran bahwa membaca Al-Qur’an tidak cukup hanya di bibir, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.
Dalam arahannya, Penyuluh Agama menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang memberikan petunjuk bagi setiap aspek kehidupan manusia. Ia menekankan bahwa keakraban dengan Al-Qur’an akan muncul jika setiap ayat yang dibaca dipahami maknanya dan diterapkan dalam tindakan nyata.
“Bacaan yang hanya sampai di lidah tidak akan memberi manfaat. Kita harus menjadikan setiap ayat pedoman dalam bertindak, berbicara, dan bersikap. Dari membaca, kita belajar; dari belajar, kita mengamalkan,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik dan diskusi. Para peserta diajak merenungkan ayat-ayat yang telah dibaca dan mendiskusikan bagaimana nilai-nilai tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan rumah tangga, pekerjaan, maupun interaksi sosial. Salah satu peserta, Ibu Siti, mengaku mendapatkan pencerahan. “Sekarang saya lebih sadar, bahwa membaca Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas harian, tapi panduan untuk bersikap dan mengambil keputusan dalam keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Melalui kajian ini, penyuluh agama berharap masyarakat dapat membangun hubungan yang lebih akrab dengan Al-Qur’an, sehingga nilai-nilainya bukan hanya dipahami, tetapi juga diwujudkan dalam perbuatan. Dengan demikian, Al-Qur’an menjadi sahabat yang menuntun umat untuk hidup lebih bermakna dan penuh keberkahan.







