Banjarnegara (Humas) — Dalam rangka menyiapkan program Pemberdayaan Ekonomi Majelis Taklim, tim Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja melakukan kunjungan koordinasi ke Balai Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja. Kunjungan ini bertujuan untuk berkoordinasi terkait pelaksanaan Pelatihan Pembuatan Dawet Ayu khas Banjarnegara, yang akan menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis majelis taklim. (24/10)
Kegiatan koordinasi ini dihadiri oleh Hendriyanto, Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja, bersama perangkat desa, di antaranya Sekretaris Desa Jalatunda, Miswan, serta Kaur Kesra, Sardi.
Mereka bersama-sama membahas teknis pelaksanaan, sasaran peserta, serta dukungan yang dibutuhkan dari pihak desa agar pelatihan dapat berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi jamaah majelis taklim.
Kepala KUA Mandiraja, Irfan Sulastono, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara penyuluh agama dan pemerintah desa.
“Program pelatihan dawet ayu ini bukan hanya tentang keterampilan ekonomi, tetapi juga bentuk dakwah bil hal, dakwah melalui tindakan nyata. Harapan kami, majelis taklim tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi,” ujar Irfan.
Sementara itu, Miswan, Sekretaris Desa Jalatunda, menyambut baik inisiatif KUA Mandiraja tersebut. “Kami sangat mendukung kegiatan ini. Desa siap memfasilitasi tempat dan peserta dari majelis taklim di Jalatunda. Ini langkah bagus untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui kegiatan keagamaan yang produktif,” katanya.
Senada dengan itu, Sardi, Kaur Kesra Desa Jalatunda, menambahkan:
“Pelatihan seperti ini sangat dinanti masyarakat, terutama ibu-ibu majelis taklim. Dengan keterampilan membuat dawet ayu, diharapkan mereka bisa menambah penghasilan keluarga.”
Penyuluh Agama Islam, Hendriyanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KUA Mandiraja untuk memadukan nilai-nilai agama dengan pemberdayaan ekonomi umat.
“Kami ingin majelis taklim menjadi pusat kegiatan keagamaan yang juga menumbuhkan kemandirian ekonomi. Dawet Ayu Banjarnegara punya potensi besar, dan kami ingin mengenalkan bahwa produk lokal bisa menjadi sarana dakwah dan pemberdayaan,” ungkapnya.
Kegiatan pelatihan ini rencananya akan dilaksanakan pada awal November 2025 dan diikuti oleh perwakilan majelis taklim dari berbagai dusun di Desa Jalatunda.
Melalui program ini, diharapkan muncul kader-kader majelis taklim yang kreatif, mandiri, dan siap berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi umat di tingkat desa.







