Kemandirian Ekonomi Mustahik: Syaiful Abidin Monitor Perkembangan Bengkel Cabang Binaan Baznas Jateng di Pejawaran

Banjarnegara (Humas) – Langkah nyata pemberdayaan ekonomi umat kembali ditunjukkan oleh mustahik binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah. Pada Selasa (21/4/2026), Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan sekaligus pendamping mustahik produktif, M. Syaiful Abidin, melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap pengembangan usaha bengkel motor dan las milik Sunarno yang kini merambah ke wilayah baru.

Usaha yang awalnya berpusat di Dusun Cundukan, Desa Babadan, Kecamatan Pagentan, kini resmi membuka cabang di Dusun Beran, Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran. Cabang baru ini dikelola langsung oleh putra Sunarno, Ananda Zaki Alfatih, atau yang akrab disapa Nanda. Ekspansi ini menjadi bukti keberhasilan program modal usaha Baznas Jateng dalam menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Nanda merupakan representasi generasi muda yang tangguh. Di bawah bimbingan keras dan disiplin sang ayah, ia dipersiapkan untuk meneruskan sekaligus mengembangkan sayap bisnis keluarga. Monitoring yang dilakukan Syaiful Abidin bertujuan untuk memastikan bantuan modal yang diberikan Baznas benar-benar berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar.

Dalam sela-sela kunjungannya, M. Syaiful Abidin memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi keluarga Sunarno dalam mengelola amanah zakat.

“Kami melihat adanya progres yang luar biasa. Tujuan utama pendampingan ini adalah mengubah status mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) di masa depan. Apa yang dilakukan Pak Sunarno dengan mendidik Nanda untuk mengelola cabang di Giritirta ini adalah contoh nyata keberlanjutan usaha yang sehat dan terencana,” ujar Syaiful.

Bengkel baru di Dusun Beran ini tidak hanya melayani servis motor, tetapi juga jasa pengelasan, yang sangat dibutuhkan oleh warga lereng pegunungan Giritirta, Pejawaran. Nanda mengaku siap memegang tanggung jawab besar yang diberikan kepadanya.

“Saya sangat bersyukur atas bimbingan ayah dan dukungan modal dari Baznas Jateng. Mengelola bengkel di sini adalah tantangan baru bagi saya. Fokus saya adalah memberikan pelayanan terbaik agar pelanggan percaya, sehingga usaha ini bisa terus besar dan nantinya saya bisa ikut membantu orang lain seperti Baznas membantu kami,” ungkap Nanda dengan penuh optimisme.

Monitoring ini diakhiri dengan evaluasi pembukuan sederhana dan diskusi mengenai kendala teknis di lapangan. Dengan adanya pendampingan intensif dari penyuluh agama, diharapkan usaha bengkel motor dan las ini menjadi inspirasi bagi mustahik lain di Jawa Tengah untuk terus berinovasi dan berdikari. 

(msa/azd)

Skip to content