Banjarnegara (Humas) – Di sebuah sudut ruang belajar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan, suara gemetar seorang wanita terdengar mengeja huruf demi huruf pada hari Kamis (23/4). “Alif-Laam-Meeem,” ucapnya perlahan. Di sampingnya, seorang Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah, tersenyum sabar, memberikan bimbingan lembut pada setiap makhraj yang masih kaku.
Pemandangan ini menjadi bagian dari program “Literasi Al-Qur’an di Balik Jeruji” yang rutin digelar. Fokus utamanya kali ini adalah menaklukan Surat Al-Baqarah surat terpanjang dalam Al-Qur’an dengan teknik tartil. Bagi para warga binaan, membaca Al-Baqarah bukan sekadar menyelesaikan lembaran mushaf, melainkan sebuah ujian ketekunan dan kesabaran yang luar biasa.
Penyuluh menjelaskan bahwa banyak warga binaan yang awalnya merasa pesimis. “Melihat panjangnya Surat Al-Baqarah saja mereka sudah gentar, apalagi harus membacanya dengan tartil yang benar. Namun, kami menekankan bahwa Al-Qur’an adalah penyembuh (syifa). Kami mulai dari satu ruku’ per hari,” jelasnya.
Perubahan itu mulai tampak setelah beberapa bulan berjalan. Lidah yang dulunya kelu dan terbata-bata, kini mulai terbiasa dengan irama tajwid yang teratur. Suasana kelas yang awalnya tegang berubah menjadi simfoni yang menyejukkan hati. Lantunan ayat-ayat tentang hukum, kisah para nabi, hingga janji ampunan Tuhan kini mengalir lebih lancar.
“Dulu membaca satu halaman saja rasanya berat sekali. Sekarang, bisa membaca Surat Al-Baqarah dengan tartil membuat saya merasa lebih tenang. Seolah-olah tembok penjara ini tidak lagi menghimpit jiwa saya,” ujar Siti (bukan nama sebenarnya), salah satu warga binaan yang kini fasih melantunkan ayat-ayat suci tersebut.
Program ini membuktikan bahwa jeruji besi bukanlah penghalang bagi transformasi spiritual. Melalui bimbingan yang telaten dari Penyuluh Agama KUA Banjarnegara, para narapidana perempuan ini tidak hanya belajar cara membaca, tetapi juga menemukan irama baru dalam hidup mereka. Irama yang lebih tertata, damai, dan penuh harapan akan masa depan yang lebih baik.







