Kepala Madrasah MIMAU Jadi Narasumber Be a Good Public Speaker, Dorong Guru Lebih Percaya Diri Berkomunikasi

Banjarnegara – Kemampuan berbicara di depan umum menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh seorang guru profesional. Menyadari hal tersebut, MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) mengadakan kegiatan Be a Good Public Speaker pada Kamis, 15 Oktober 2026, dengan menghadirkan Kepala Madrasah, Wahyul Khomisah, sebagai narasumbernya. (15/10)

Kegiatan yang berlangsung di Aula PP Salafiyah Al Falah Joyokusumo pukul 13.00–15.00 WIB ini menjadi kesempatan bagi para guru untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran maupun berbagai agenda resmi madrasah.

Keterampilan berbicara dihadapan publik sangat relevan dengan tugas guru yang setiap hari berinteraksi dengan murid, menyampaikan informasi, memandu kegiatan, dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

Public speaking bukan sekadar berbicara dengan suara lantang, melainkan juga berkaitan dengan kemampuan menyusun pesan, memilih kata yang tepat, mengatur intonasi, menjaga sikap, dan membangun hubungan dengan audiens. Dengan keterampilan tersebut, pesan yang disampaikan diharapkan lebih mudah dipahami dan memberikan dampak positif.

Wahyul Khomisah menegaskan pentingnya guru terus mengasah kemampuan komunikasi sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme.

“Guru perlu terus belajar dan meningkatkan kualitas dirinya. Kemampuan berbicara di depan umum akan membantu guru menyampaikan ilmu, memotivasi murid, serta menjalin komunikasi yang baik dengan rekan kerja dan masyarakat,” tutur Wahyul Khomisah.

Menurutnya, kesempatan belajar bersama seperti ini perlu dimanfaatkan untuk membangun keberanian, memperbaiki cara berkomunikasi, dan saling memberikan dukungan antarguru.

“Jangan takut untuk mencoba dan berlatih. Kepercayaan diri tidak selalu muncul dengan sendirinya, tetapi dapat dibangun melalui persiapan, pengalaman, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Saya berharap guru MIMAU semakin berani tampil dan mampu menjadi komunikator yang inspiratif,” lanjut Wahyul Khomisah.

Melalui kegiatan ini, MIMAU berupaya mendorong peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar maupun dalam pelaksanaan program-program madrasah, sehingga komunikasi yang terbangun semakin efektif, santun, dan profesional. (NF)