Banjarnegara – Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah Banjarnegara (MIFABARA) memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru dan siswa ini dilaksanakan di halaman madrasah sebagai bentuk penguatan nilai-nilai keimanan serta pembinaan karakter religius peserta didik.(17/1)
Dalam peringatan tersebut, Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, menyampaikan kisah perjalanan agung Nabi Muhammad SAW pada peristiwa Isra Mi’raj. Dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif, beliau mengisahkan perjalanan Nabi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha, hingga menerima perintah sholat langsung dari Allah SWT.
Durotun Nafisah menekankan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa luar biasa, namun menjadi tonggak penting diturunkannya kewajiban sholat lima waktu bagi umat Islam. Menurutnya, sholat merupakan ibadah utama yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan penuh kedisiplinan.
“Anak-anak harus belajar disiplin sholat sejak dini. Jangan sampai meninggalkan sholat lima waktu, karena sholat adalah kewajiban dan bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT,” pesan Durotun Nafisah di hadapan seluruh siswa.
Beliau juga mengajak siswa untuk membiasakan sholat tepat waktu, baik ketika berada di madrasah maupun di rumah. Disiplin sholat, lanjutnya, akan membentuk pribadi yang bertanggung jawab, tertib, dan berakhlak baik. Selain itu, Kepala Madrasah juga mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, seperti bersikap jujur, sopan, menghormati guru, serta menyayangi sesama.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias. Para siswa tampak menyimak dengan sungguh-sungguh, sementara para guru mendampingi dan mengondisikan jalannya acara. Suasana semakin khidmat saat kegiatan ditutup dengan doa bersama dan lantunan sholawat Nabi yang diikuti oleh seluruh peserta.
Salah satu guru MIFABARA menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting untuk mengingatkan kembali makna sholat kepada siswa. “Melalui peringatan Isra Mi’raj, anak-anak diajak memahami pentingnya sholat dan meneladani akhlak Rasulullah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Durotun Nafisah juga berharap adanya dukungan dari wali murid untuk bersama-sama membiasakan anak melaksanakan sholat lima waktu di rumah. Sinergi antara madrasah dan keluarga diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang beriman, disiplin, dan berakhlakul karimah.(nas)







