Banjarnegara (Humas) – Rabu pagi, Satgas Bencana Longsor Situkung menggelar rapat koordinasi khusus terkait persiapan pemulasaran jenazah apabila ditemukan korban meninggal dalam proses pencarian lanjutan. Rapat berlangsung di Aula Puskesmas Pandanarum dan dihadiri oleh unsur polda, tim kesehatan, serta tim keagamaan. (19/11)
Rapat dipimpin langsung oleh Yon Setiawan, selaku koordinator lapangan dari tim kesehatan. Dalam arahannya, Yon menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur satgas mengingat proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh SAR gabungan. Ia kemudian membagi tugas secara terperinci kepada masing-masing satuan kerja yang terlibat.
Dalam rapat tersebut, dibahas teknis pelaksanaan pemulasaran, mulai dari penanganan awal jenazah di lokasi penemuan, prosedur evakuasi, pemeriksaan medis awal, hingga proses serah terima kepada tim keagamaan untuk pelaksanaan pemulasaran sesuai tata cara agama. Setiap satker diberikan tugas yang jelas agar seluruh proses dapat berjalan cepat, tertib, dan sesuai standar penanganan bencana.

Unsur Polda ditugaskan untuk melakukan pengamanan lokasi penemuan, memastikan area steril, serta mengatur jalur evakuasi agar proses berjalan lancar. Tim kesehatan bertanggung jawab melakukan pemeriksaan dan pencatatan medis awal sekaligus memastikan seluruh proses penanganan jenazah dilakukan dengan standar keselamatan. Sementara tim keagamaan disiapkan untuk memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkan sesuai syariat Islam apabila korban teridentifikasi sebagai muslim.
Rapat berlangsung dengan serius namun tetap koordinatif. Setiap pihak memberikan masukan berdasarkan pengalaman penanganan bencana sebelumnya agar mekanisme pemulasaran dapat berjalan tanpa hambatan. Satgas menegaskan bahwa kesiapan teknis seperti ini sangat penting untuk menjaga penghormatan kepada korban serta memastikan proses berjalan cepat ketika situasi darurat terjadi.
Dengan adanya koordinasi lintas sektor ini, Satgas Bencana Longsor Situkung berharap seluruh penanganan korban, termasuk pemulasaran, dapat dilakukan dengan penuh kehati-hatian, profesional, dan menghargai martabat kemanusiaan.
(ev/ azd)

