Banjarnegara (Humas) – Efatun Vaizah, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum, turut berperan dalam upaya pemulihan psikososial bagi anak-anak penyintas bencana longsor Situkung. Dalam kegiatan ini, ia bersinergi dengan LAZ-MKU Tamzis Wonosobo dua personil serta Komunitas Bhakti Ceria Unsoed Purwokerto sebanyak tujuh personil untuk menghadirkan pendampingan yang bersifat edukatif, rekreatif, dan menenangkan. (11/12)
Melalui berbagai aktivitas seperti permainan kelompok, ice breaking, kegiatan kreatif, hingga sesi bimbingan moral dan spiritual, pendampingan ini bertujuan membantu anak-anak kembali menemukan rasa aman dan keceriaan pascabencana. Efatun Vaizah turut memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan yang menenteramkan, mendorong anak-anak memahami pentingnya kesabaran, harapan, serta keberanian menghadapi situasi sulit.

Lailah Mozayanah sebagai Koordinator LAZ-MKU, menjelaskan alasan kegiatan ini baru dilaksanakan satu bulan setelah bencana. “Pada awal-awal pascalongsor jumlah relawan sangat banyak dan hampir setiap hari ada kegiatan. Kami khawatir jika langsung menambah aktivitas, anak-anak justru semakin lelah. Maka kami memilih waktu yang tepat, ketika situasi mulai tenang dan anak-anak sudah lebih siap menerima pendampingan,” terangnya.
Sementara itu, Wawan selaku Koordinator Komunitas Bhakti Ceria Unsoed, merasa bangga bisa berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini. “Kami senang sekali dapat membawa sedikit keceriaan untuk adik-adik penyintas. Kolaborasi dengan Bu Efa dan LAZ-MKU membuat kegiatan ini terasa hangat dan bermakna,” ujarnya.
Kegiatan pendampingan ini mendapat sambutan positif dari para orang tua maupun relawan posko. Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan sosial dan emosional para penyintas, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.
(ev/ azd)







