Banjarnegara (Humas) – Efatun Vaizah sebagai Penyuluh Agama Islam Pandanarum, kembali melaksanakan penyuluhan rutin kepada Jamaah Majelis Taklim Nurunnisa Sirongge. Dalam kesempatan tersebut, ia mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat modern, yaitu “Bahaya Ghibah Online yang Sering Tak Disadari.” (11/12)
Dalam penyampaiannya, Efatun memaparkan bahwa perilaku ghibah tidak hanya terjadi dalam percakapan secara langsung, tetapi kini semakin marak berlangsung di ruang digital mulai dari grup WhatsApp, komentar media sosial, hingga berbagai unggahan yang tanpa terasa mengarah pada membuka aib orang lain. Ia mengingatkan bahwa meskipun dilakukan secara daring, hukum dan dosanya tetap sama seperti ghibah di dunia nyata.
Efatun juga menekankan pentingnya menjaga etika berkomunikasi di media sosial, memikirkan dampak sebelum membagikan informasi, serta memastikan kebenaran konten agar tidak turut menyebarkan fitnah atau prasangka. Menurutnya, menjaga jari dari menulis hal yang buruk merupakan bagian dari adab seorang Muslim dalam memanfaatkan teknologi.
Jamaah terlihat sangat antusias mengikuti penyuluhan. Beberapa peserta bahkan mengakui bahwa sering kali mereka tidak sadar bahwa komentar atau candaan ringan di media sosial dapat termasuk dalam kategori ghibah. Sesi diskusi berlangsung hangat dan membuka wawasan baru bagi para hadirin.
Rahayu sebagai ketua Majelis Taklim Nurunnisa, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Efatun. “Terima kasih Bu Efa, materi ini benar-benar menjadi pengingat penting bagi kami. Terkadang kami tidak menyadari bahwa aktivitas online juga bisa membawa dosa. Semoga penyuluhan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran jamaah untuk lebih berhati-hati dalam bermedia sosial serta menjadikan ruang digital sebagai sarana kebaikan dan dakwah, bukan tempat menyebar ghibah ataupun fitnah.
(ev, azd)







