Banjarnegara (Humas)– Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibening terus memperkuat peran pembinaan keluarga melalui kegiatan Gerakan Keluarga Maslahat (GKM) yang kali ini dilaksanakan di TPQ Baiturrahman Kalibening, pada Kamis (16/10). Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dan berlangsung hingga selesai, diikuti oleh para wali santri dengan antusiasme tinggi.
Acara dibuka oleh Kepala KUA Kalibening, Sugeng Mulyadi, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penerapan nilai-nilai keagamaan dalam membangun keluarga yang harmonis dan maslahat. “Keluarga adalah pondasi utama dalam membentuk masyarakat yang kuat. Melalui Gerakan Keluarga Maslahat, kami ingin mengajak para orang tua untuk menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara mendidik anak, mengelola keuangan, hingga menjaga keharmonisan rumah tangga,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan Tim Penyuluh Agama Islam KUA Kalibening sebagai narasumber, dengan tema “Penerapan Gerakan Keluarga Maslahat dalam Kehidupan, Strategi Pengelolaan Keuangan yang Berkah, dan Parenting Islami.”
Dalam pemaparannya, Sarwono menjelaskan pentingnya penerapan nilai maslahat dalam keluarga. “Keluarga maslahat bukan berarti tanpa masalah, tetapi keluarga yang mampu menyikapi setiap permasalahan dengan bijak dan sesuai tuntunan agama,” terangnya. Ia juga menekankan bahwa komunikasi dan saling menghargai antaranggota keluarga merupakan kunci terciptanya keharmonisan.
Selanjutnya, Ari Nurhidayah memaparkan tentang strategi pengelolaan keuangan yang berkah. Ia menegaskan pentingnya prinsip kejujuran dan kesederhanaan dalam ekonomi keluarga. “Keberkahan rezeki bukan hanya diukur dari jumlah, tetapi dari cara kita memperolehnya dan memanfaatkannya. Hindari perilaku konsumtif, dan prioritaskan kebutuhan yang membawa manfaat bagi keluarga,” jelasnya.
Sementara itu, Ngudi Rahayu menyampaikan materi tentang parenting Islami, dengan menekankan peran orang tua sebagai teladan utama bagi anak. “Anak-anak meniru apa yang mereka lihat, bukan sekadar apa yang mereka dengar. Maka, teladan yang baik dari orang tua adalah pendidikan terbaik bagi anak,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para wali santri aktif bertanya serta berbagi pengalaman dalam menerapkan nilai-nilai Islami di lingkungan keluarga.
Acara diakhiri dengan doa bersama, dipimpin oleh salah satu penyuluh, dengan harapan agar seluruh peserta senantiasa diberi kekuatan dan keberkahan dalam membina keluarga yang bahagia, rukun, dan maslahat.
Melalui kegiatan ini, KUA Kalibening menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra masyarakat dalam membangun ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai Islam sebagai fondasi menuju masyarakat yang sejahtera dan berakhlak mulia.
(wha, azd)







