Siswa Kelas 3B MI Miftahul Mubtadi’in Antusias Belajar SKI Lewat Metode Role Play

Banjarnegara — Suasana kelas 3B MI Miftahul Mubtadi’in (MIMUB) pada hari Kamis, 16/10/25  tampak berbeda dari biasanya. Tawa ceria dan semangat belajar terpancar dari wajah para siswa saat mengikuti pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dengan metode role play atau bermain peran. Kegiatan ini merupakan penelitian yang dilakukan oleh Rizqa Dhea Amalia, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dari STIT Tunas Bangsa Banjarnegara, dengan tujuan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Masa Kecil Nabi Muhammad SAW.

Selama ini, pembelajaran SKI di kelas tersebut umumnya menggunakan metode ceramah yang cenderung membuat siswa pasif. Dhea melihat hal itu sebagai peluang untuk menghadirkan suasana belajar yang lebih hidup dan bermakna. “Materi SKI sejauh ini dijelaskan dengan metode ceramah yang cenderung membosankan,” ungkap Dhea saat ditemui di sela kegiatan.

Dengan bimbingan wali kelas 3B, Ibu Rini, metode role play pun diterapkan. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan masing-masing mendapat peran dalam kisah masa kecil Nabi Muhammad SAW. Ada yang berperan sebagai Halimah, Aminah, Abdullah, hingga kawan-kawan kecil Nabi bahkan ada yang menjadi domba dan burung ababil. “Dengan bermain peran, anak-anak lebih bersemangat dan antusias dalam belajar SKI,” ujar Ibu Rini penuh semangat.

Salah satu siswa, Adila, yang berperan sebagai Halimah, tampak sangat menikmati kegiatan tersebut. “Saya jadi penasaran nanti dramanya seperti apa,” katanya sambil tersenyum. Dari kegiatan itu, siswa tidak hanya menghafal kisah Nabi, tetapi juga memahami nilai-nilai teladan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa tampak lebih fokus dan mudah mengingat cerita. Suasana kelas pun menjadi lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan. Melalui metode role play ini, pembelajaran SKI tidak lagi terasa membosankan, melainkan menjadi pengalaman yang menggembirakan sekaligus bermakna bagi siswa.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi contoh inovasi pembelajaran bagi guru-guru lainnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode yang kreatif dan menyenangkan. (rs)

Skip to content