Banjarnegara – Suara goresan pena di atas kertas dan aroma tinta memenuhi ruang seni MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) setiap pekan. Di sana, puluhan siswa tampak tekun menulis huruf demi huruf Arab dengan rapi dan indah. Kegiatan ekstrakurikuler kaligrafi ini menjadi salah satu program unggulan madrasah yang tak hanya menumbuhkan minat seni Islam, tetapi juga menanamkan nilai kesabaran dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.(17/10)
Pembimbing Ekstrakurikuler kaligrafi, guru seni Islami yang dikenal sabar dan telaten dalam mendampingi siswa. Ia menuturkan bahwa kaligrafi bukan sekadar tentang keindahan tulisan, tetapi juga tentang proses belajar yang menenangkan jiwa.
“Kaligrafi mengajarkan anak-anak untuk tenang dan sabar. Setiap goresan pena membutuhkan ketelitian dan ketulusan hati. Melalui kegiatan ini, mereka belajar menghargai proses dan mencintai Al-Qur’an lebih dalam,” ujar Dayat.
Dalam setiap pertemuan, siswa mempelajari dasar-dasar bentuk huruf hijaiyah, teknik penggunaan pena kaligrafi, serta mengenal berbagai gaya penulisan seperti naskhi, tsuluts, dan diwani. Secara bertahap, mereka dilatih menciptakan karya bertema ayat suci Al-Qur’an.
Salah satu peserta, Alfaina, siswi kelas 5, mengungkapkan rasa bangganya bisa mengikuti kegiatan ini.
“Awalnya agak sulit karena hurufnya harus pas dan simetris. Tapi lama-lama saya jadi suka, apalagi kalau hasilnya bisa dipajang di kelas. Rasanya bangga sekali,” tuturnya sambil menunjukkan hasil karyanya.
Koordinator kegiatan, Lukman, turut memberikan semangat dan motivasi bagi para peserta.
“Anak-anak punya potensi luar biasa. Semoga mereka bisa istiqamah menekuni seni kaligrafi ini, dan kelak tumbuh menjadi kaligrafer yang berakhlak mulia serta membawa nama baik madrasah,” ungkapnya dengan penuh harap.
Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, menyampaikan apresiasi atas semangat para siswa dan pembimbing.
“Kaligrafi adalah bagian dari warisan seni Islam yang luhur. Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an, sekaligus memperkaya karakter mereka melalui seni yang bernilai spiritual tinggi,” ujarnya.
Hasil karya para siswa dipamerkan dalam kegiatan madrasah seperti Madrasah Art Day atau pameran kelas, bahkan beberapa siswa telah berhasil menorehkan prestasi di lomba kaligrafi tingkat kabupaten.
Dengan semangat, kesungguhan, dan bimbingan para guru, kegiatan ekstrakurikuler kaligrafi di MIFABARA terus menjadi wadah unggulan yang mengasah bakat, membentuk karakter, dan memupuk kecintaan terhadap keindahan ayat-ayat suci Allah.(nas)







