KUA Mandiraja Fasilitasi Perekaman Bio Visa Haji 2025, Langkah Awal Penentu Penerbitan Visa, Mudahkan Proses Imigrasi di Arab Saudi

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja hari ini, Selasa (11/12/2025), memulai layanan bantuan perekaman data biometrik atau Bio Visa bagi seluruh Calon Jemaah Haji (CJH) yang berasal dari wilayah Kecamatan Mandiraja. Kegiatan ini dilaksanakan langsung di Kantor Urusan Agama Mandiraja untuk memastikan seluruh CJH dapat menuntaskan tahapan administratif wajib ini dengan lancar.

Perekaman biometrik melalui aplikasi Saudi Visa Bio merupakan syarat utama yang ditetapkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk penerbitan visa haji. Data yang direkam meliputi pemindaian sepuluh sidik jari (fingerprint) dan foto wajah (biometrik wajah), yang kemudian akan diverifikasi dengan data paspor CJH.

Menjamin Efisiensi dan Perlindungan Jemaah

Kepala KUA Mandiraja, Musobihin, menjelaskan bahwa proses ini sangat penting dan memiliki dua manfaat utama:

  1. Akselerasi Visa: Data biometrik yang terekam akan mempermudah dan mempercepat proses penerbitan e-Visa haji tanpa perlu mengunjungi pusat layanan visa (VFS Tasheel) atau Kedutaan/Konsulat Arab Saudi.
  2. Kelancaran Imigrasi: Dengan data biometrik yang sudah terekam dan terverifikasi di sistem e-Hajj Arab Saudi, CJH akan menikmati proses pemeriksaan imigrasi yang sangat cepat (fast track) saat tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz (Jeddah) atau Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz (Madinah), sehingga mereka bisa langsung menuju bus dan melanjutkan perjalanan ke akomodasi tanpa antrean panjang di loket imigrasi.

“Kami menyediakan fasilitas dan petugas khusus di KUA untuk membantu para jemaah. Kami sadar, tidak semua jemaah terbiasa dengan aplikasi berbasis smartphone untuk perekaman ini. Jadi, peran KUA sangat vital di sini untuk memastikan semua data biometrik jemaah Mandiraja terekam sempurna dan lolos verifikasi,” ujar Musobihin.

Proses Perekaman Berjalan Tertib

Proses perekaman di KUA Mandiraja dijadwalkan secara bertahap untuk menghindari penumpukan jemaah, dengan mengedepankan protokol kesehatan dan kenyamanan, terutama bagi jemaah lanjut usia (Lansia). Setiap CJH hanya perlu membawa Paspor aktif dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk proses verifikasi data awal.

Petugas KUA Mandiraja dibekali dengan perangkat dan pemahaman teknis untuk memandu jemaah, mulai dari mengunduh aplikasi Saudi Visa Bio, melakukan swafoto untuk pemindaian wajah, hingga proses pemindaian 10 sidik jari.

Perekaman biometrik ini menandai dimulainya fase persiapan administrasi menjelang keberangkatan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M. Setelah seluruh data biometrik selesai, proses akan dilanjutkan dengan penginputan data visa (FMF – Fill MoFA Form) oleh pihak penyelenggara, yang kemudian berujung pada penerbitan visa haji resmi.

KUA Mandiraja mengimbau seluruh CJH yang telah dihubungi agar hadir sesuai jadwal yang telah ditentukan dan mempersiapkan diri dengan baik, baik secara fisik, mental, maupun kelengkapan dokumen. Keberhasilan proses Bio Visa ini adalah penentu penting kelancaran penerbitan visa dan proses perjalanan haji secara keseluruhan.

Skip to content