KUA Pagentan Bekali Tiga Pasang Calon Pengantin Materi Keluarga Sakinah Sehidup Sesurga

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan menggelar kegiatan bimbingan perkawinan (Bimwin) bagi para calon pengantin (catin) pada Jumat (22/5/2026). Bertempat di Balai Nikah KUA Pagentan, bimbingan ini diikuti oleh tiga pasangan calon pengantin yang berasal dari beberapa desa di wilayah Pagentan.

Ketiga pasangan tersebut adalah Amri Fathuloh dan Diska Tiyana dari Desa Plumbungan, Ahmad Muzzaqin dan Siti Mukaromah dari Desa Majasari, serta Aziz Nurul dan Dea Anggraeni dari Desa Metawana. Kegiatan ini dirancang sebagai pembekalan mental dan spiritual yang matang sebelum mereka memasuki gerbang pernikahan.

Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, hadir langsung sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan materi bimbingan yang bertajuk “Membangun Keluarga Sakinah Sehidup Sesurga”. Syaiful menekankan pentingnya komitmen, komunikasi, dan fondasi agama yang kuat dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

“Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan di dunia, melainkan sebuah ibadah panjang yang visi utamanya harus menembus hingga ke akhirat. Membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah membutuhkan kerja sama, saling rida, dan ketakwaan bersama agar hubungan ini tidak hanya sehidup, tetapi juga sesurga,” ujar M. Syaiful Abidin dalam penyampaian materinya.

Para peserta tampak antusias dan khidmat menyimak setiap arahan yang diberikan. Sesi diskusi interaktif juga dibuka untuk memberikan ruang bagi para calon pengantin berkonsultasi mengenai hak, kewajiban, serta solusi menghadapi dinamika problematika rumah tangga di era modern.

Salah satu peserta bimbingan, Ahmad Muzzaqin dari Desa Majasari, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas diselenggarakannya kegiatan ini. Menurutnya, materi yang disampaikan membuka cakrawala baru tentang esensi sejati dari sebuah pernikahan.

“Bimbingan ini sangat bermanfaat bagi kami yang masih minim pengalaman. Penjelasan dari Pak Penyuluh membuat kami sadar bahwa menikah bukan cuma soal pesta atau kesenangan sesaat, tapi ada tanggung jawab besar untuk saling membimbing ke jalan yang diridai Allah. Kami merasa lebih siap secara mental,” ungkap Ahmad Muzzaqin.

Kepala KUA Pagentan berharap melalui bimbingan intensif seperti ini, angka perselisihan dan perceraian di wilayah Kecamatan Pagentan dapat ditekan, sekaligus melahirkan keluarga-keluarga tangguh yang siap mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia. Kegiatan Bimwin ini pun diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan suvenir edukatif kepada ketiga pasangan calon pengantin. 

(msa/azd)

Skip to content