KUA Pagentan Gencarkan Survei Zakat Produktif: Wiardi Diharapkan Mandiri dengan Usaha Penggemukan Kambing

Banjarnegara (Humas) – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banjarnegara terus berkomitmen memberdayakan umat melalui program Zakat Produktif. Pada hari Jumat (14/11/2025), survei lapangan untuk calon mustahik penerima bantuan zakat produktif kembali dilaksanakan, kali ini menyasar usaha ternak penggemukan kambing di Desa Majasari Kecamatan Pagentan.

Petugas survei, yang juga merupakan Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan, Nasta’in, mendatangi kediaman Bapak Wiardi di Majasari RT 03 RW 03. Wiardi adalah seorang peternak kambing yang telah menekuni usaha penggemukan sejak tahun 2022. Usaha ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan yang mandiri.

Dalam kesehariannya, Wiardi menjalankan usaha ternak dengan sistem konvensional yang dikenal di kalangan masyarakat, yaitu sistem “Gadu atau Maro” (bagi hasil atau titipan). Dalam sistem ini, Wiardi memelihara ternak milik tetangga atau pemilik modal lain. Ia bertanggung jawab penuh atas perawatan dan penggemukan, dan keuntungan dari hasil penjualan akan dibagi berdasarkan kesepakatan.

Nasta’in menjelaskan bahwa tujuan dari survei ini adalah untuk memverifikasi kelayakan Wiardi sebagai penerima zakat produktif. “Kami dari UPZ Kemenag Banjarnegara ingin memastikan bahwa bantuan zakat ini tepat sasaran dan benar-benar dapat menjadi stimulus bagi mustahik untuk keluar dari garis kemiskinan,” ujarnya.

Ia menambahkan, program zakat produktif ini diharapkan mampu mengubah status Wiardi dari sekadar pengelola ternak orang lain menjadi pemilik ternak mandiri. “Besar harapan kami, dengan mendapatkan bantuan Zakat Produktif ini, Pak Wiardi bisa memiliki ternak kambingnya sendiri. Tidak hanya sekadar memelihara milik orang lain dengan sistem Gadu atau Maro,” ungkap Nasta’in penuh harap. “Kepemilikan ternak sendiri akan memberikan keuntungan penuh, yang dapat diputar kembali untuk memperbesar usahanya, sehingga tercipta kemandirian ekonomi.”

Sementara itu, Wiardi menyambut baik kunjungan dan kesempatan untuk menjadi penerima bantuan zakat ini. Ia mengakui bahwa kendala utama dalam mengembangkan usahanya adalah modal untuk membeli bibit kambing sendiri.

“Selama ini nggih (ya) cuma ngopeni (merawat) titipan dari tetangga. Alhamdulillah hasilnya cukup, tapi kalau mau nambah atau punya kambing sendiri, modalnya belum ada,” kata Wiardi dengan nada optimis. “Kalau nanti insyaallah dapat bantuan zakat produktif ini, modalnya akan saya pakai untuk beli beberapa ekor kambing, biar bisa punya ternak sendiri. Semoga usaha ini bisa semakin maju dan berkah,” tambahnya.

Survei ini merupakan bagian dari upaya Kemenag Banjarnegara untuk memastikan bahwa dana zakat yang dihimpun benar-benar disalurkan untuk pemberdayaan ekonomi umat, sejalan dengan prinsip zakat to empowerment. Hasil survei ini akan menjadi pertimbangan akhir dalam penentuan mustahik penerima Zakat Produktif UPZ Kemenag Kabupaten Banjarnegara periode ini. 

(msa/ azd)

Skip to content