Pencerahan Spiritual: Penyuluh Agama KUA Pagentan Bahas Makna Doa ” Ihdinaṣṣirāṭal Mustaqīm”

Banjarnegara (Humas) – Majelis Taklim (MT) Raudhatul Jannah Sumberan Metawana, Pagentan, diramaikan dengan kegiatan bimbingan penyuluhan agama yang mencerahkan pada hari Jumat (14/11/2025). Bertempat di Gedung Serba Guna Sumberan Metawana, acara ini dihadiri oleh 52 orang anggota majelis taklim yang antusias mendalami ajaran Islam.

Acara penyuluhan ini secara langsung disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, M. Syaiful Abidin. Tema yang diangkat kali ini tergolong menarik dan memantik refleksi mendalam, yaitu “Mengapa Orang Islam Masih Berdoa Ihdinaṣṣirāṭal Mustaqīm (Ya Allah Berilah Kami Petunjuk Jalan yang Lurus)?”

Dalam paparannya, Syaiful Abidin memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai makna hakiki dari doa yang senantiasa dilantunkan umat Islam dalam setiap salat mereka. Ia menggarisbawahi bahwa melanggengkan doa permohonan petunjuk jalan yang lurus tersebut sama sekali tidak menunjukkan bahwa seorang Muslim itu tersesat.

Sebaliknya, Syaiful menjelaskan bahwa doa Ihdinash Shiratal Mustaqim memiliki dua implikasi penting yang harus dipahami oleh umat Islam.

“Doa ini tidak menunjukkan bahwa orang Islam itu tersesat,” tegas M. Syaiful Abidin. “Tetapi menunjukkan dua hal, yaitu hidayah itu bertahap, tidak turun sekaligus dan hidayah itu bertingkat.”

Penjelasan ini menekankan bahwa hidayah (petunjuk) dari Allah SWT adalah sebuah proses berkelanjutan dan dinamis dalam kehidupan seorang Muslim. Setelah mendapatkan hidayah awal (seperti beriman kepada Allah), seorang Muslim harus terus memohon agar hidayah tersebut dipertahankan, ditingkatkan kualitasnya, dan disempurnakan seiring berjalannya waktu. Dengan demikian, doa ini menjadi bentuk kesadaran diri akan kebutuhan abadi manusia terhadap bimbingan Ilahi dalam menghadapi kompleksitas kehidupan.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari para peserta. Ibu Sidi Suherman, yang menjabat sebagai Ketua MT Raudhatul Jannah Sumberan Metawana sekaligus Ibu Kepala Desa Metawana, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas ilmu yang disampaikan.

“Kami sangat bersyukur atas kehadiran Bapak Syaiful Abidin yang telah memberikan pencerahan kepada ibu-ibu di Majelis Taklim kami,” ujar Ibu Sidi Suherman. “Penjelasan mengenai Ihdinash Shiratal Mustaqim ini sungguh membuka wawasan kami bahwa menjadi Muslim yang baik adalah perjalanan spiritual seumur hidup. Kami berharap kegiatan bimbingan penyuluhan semacam ini dapat terus berlanjut untuk memperkuat keimanan dan kualitas ibadah anggota MT Raudhatul Jannah.”

Diharapkan, melalui kegiatan penyuluhan ini, para anggota MT Raudhatul Jannah tidak hanya memahami bacaan doa secara harfiah, tetapi juga mampu menginternalisasi maknanya, menjadikannya motivasi untuk senantiasa berbenah diri dan memohon keistiqamahan di jalan kebenaran. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, memperlihatkan semangat belajar yang tinggi dari para peserta. 

(msa/ azd)

Skip to content