KUA Rakit Kolaborasi dengan Lintas Sektoral Sampaikan Layanan Keagamaan pada Peringatan Isra Mikraj dan Milad MI Cokro Badamita yang ke 48

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit menjalin kolaborasi dengan lintas sektoral dalam rangka menyampaikan informasi layanan KUA kepada masyarakat pada acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw., sekaligus Milad Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cokro yang diselenggarakan pada Kamis (19/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di lingkungan MI Cokro dan dihadiri oleh tokoh agama, pendidik, peserta didik, wali murid, serta unsur masyarakat setempat. 

Momentum keagamaan dan pendidikan ini dimanfaatkan oleh KUA Rakit sebagai sarana sosialisasi berbagai layanan keagamaan, antara lain layanan pencatatan nikah, bimbingan perkawinan, layanan wakaf, konsultasi keagamaan, serta pembinaan keluarga sakinah. Kolaborasi lintas sektoral dinilai efektif untuk mendekatkan layanan KUA kepada masyarakat secara langsung dan humanis.

Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Fuad Latif,  dalam keterangannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi dakwah dan edukasi keagamaan yang kontekstual. “Kami tidak hanya hadir untuk ceramah, tetapi juga menyampaikan informasi layanan KUA yang sering kali belum dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat. Melalui acara seperti Isra Mikraj ini, pesan keagamaan dan layanan publik bisa tersampaikan dengan lebih baik,” ujarnya.

Kepala MI Cokroaminoto Badamita Umi Khayatun, menyambut baik keterlibatan KUA Rakit dalam kegiatan madrasah. Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan dan KUA sangat penting dalam membentuk karakter religius peserta didik. “Kami merasa terbantu dengan kehadiran KUA dan penyuluh agama. Anak-anak dan wali murid mendapatkan tambahan wawasan keagamaan sekaligus pemahaman tentang layanan KUA yang sangat bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Rakit Tabah Agung Sokayani,  menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektoral akan terus diperkuat ke depan. “KUA tidak bisa berjalan sendiri. Melalui sinergi dengan madrasah, tokoh agama, dan unsur masyarakat lainnya, kami berharap layanan KUA semakin dikenal, mudah diakses, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tuturnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar lembaga serta meningkatkan literasi keagamaan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan keagamaan yang tertib dan sesuai regulasi. 

(FLF/azd)