Banjarnegara (Humas) – Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) KUA Kecamatan Rakit terus berupaya hadir di tengah masyarakat dengan memberikan layanan bimbingan rohani. Pada Jumat (26/9) kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas 1 Rakit dengan sepuluh pasien rawat inap yang tengah menjalani perawatan. Bimbingan ini dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Endah Widyawati, Sodirin dan Nuryati dengan materi tentang bersuci dan sholat bagi orang sakit.
Endah Widyawati menyampaikan, sakit bukanlah halangan untuk tetap beribadah. Islam telah memberikan berbagai keringanan dan kemudahan sesuai kondisi umatnya. Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan praktik bersuci melalui tayamum ketika air tidak dapat digunakan, tata cara sholat dengan posisi duduk atau berbaring, hingga bacaan doa-doa yang bisa dilakukan meskipun dalam keadaan lemah.“Kondisi sakit bukan alasan untuk meninggalkan sholat. Justru dengan sholat, hati akan terasa lebih tenang, sabar, dan kuat dalam menghadapi ujian,” tuturnya.

Selain materi praktis, Endah juga menekankan pentingnya sikap tawakal dan sabar. Beliau mengingatkan bahwa sakit bisa menjadi sarana penghapus dosa sekaligus jalan untuk semakin dekat dengan Allah Swt. “Kesabaran dalam sakit akan diganjar pahala besar. Allah tidak membebani hamba-Nya melebihi kemampuan yang dimiliki,” ungkapnya.
Pihak Puskesmas 1 Rakit menyambut positif kegiatan ini. Tenaga kesehatan menilai kehadiran penyuluh agama memberi tambahan kekuatan bagi pasien dalam menghadapi sakit. “Selain obat dan terapi medis, pasien juga perlu dukungan rohani. Kehadiran penyuluh sangat membantu pasien agar lebih ikhlas dan bersemangat untuk sembuh,” ujar salah seorang perawat.
Melalui kegiatan ini, Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam KUA Rakit berharap pasien tidak hanya merasakan pemulihan fisik, tetapi juga memperoleh ketenangan jiwa. Dengan semangat kolaborasi bersama tenaga medis, penyuluh agama siap terus mendampingi masyarakat, menebarkan dakwah yang menyejukkan, dan memperkuat keimanan. (ars/azd)







