Letta, Siswi MI Muhammadiyah Getas, Raih Juara 3 Kedua Kalinya di POSENI Kabupaten Banjarnegara Cabang Bulu Tangkis Putri

Banjarnegara – Letta, siswi MI Muhammadiyah Getas, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara 3 cabang bulu tangkis putri dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (POSENI) tingkat Kabupaten Banjarnegara. Prestasi ini menjadi yang kedua kalinya secara berturut-turut diraih Letta setelah hasil serupa di tahun sebelumnya. (15/07)

Ajang POSENI tahun ini diikuti oleh 20 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari perwakilan berbagai kecamatan se-Kabupaten Banjarnegara, dengan persaingan yang sangat kompetitif, khususnya dalam cabang bulu tangkis yang diminati banyak peserta berbakat.

Letta tampil penuh semangat dan memperlihatkan kemampuan terbaiknya sepanjang pertandingan. Meski belum berhasil meraih posisi puncak, ia tetap bersyukur atas hasil yang diperoleh. Dalam keterangannya, Letta mengungkapkan:

“Saya sudah berupaya sebaik mungkin, namun baru bisa meraih juara 3 lagi seperti POSENI tahun kemarin. Terima kasih atas semua dukungan dari orang tua dan guru-guru saya,” ujarnya.

Mugi Lestari selaku Kepala MI Muhammadiyah Getas menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pencapaian Letta. “Letta adalah siswa yang konsisten, gigih, dan selalu ingin belajar lebih baik. Dua tahun berturut-turut menjadi juara 3 di cabang bulu tangkis putri di tingkat kabupaten adalah capaian luar biasa,” ucapnya bangga.

Dikenal sebagai siswi yang rajin dan disiplin, Letta tidak hanya mengandalkan bakat alaminya. Ia rutin berlatih sepulang sekolah, bahkan rela menyisihkan waktu akhir pekan untuk meningkatkan teknik permainan dan daya tahan fisiknya. Peran aktif orang tua dan guru pembimbing turut menjadi pendorong utama keberhasilannya.

Ajang POSENI merupakan ajang tahunan yang digelar sebagai wadah untuk menyalurkan bakat siswa di bidang olahraga dan seni, sekaligus sebagai sarana pembentukan karakter, semangat sportivitas, dan kerja keras sejak dini.Prestasi Letta menjadi bukti nyata bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan dukungan dari lingkungan sekitar, siswa madrasah mampu berprestasi di tingkat kabupaten dan bahkan di masa depan berpeluang ke tingkat yang lebih tinggi. (Ev)

Skip to content