Banjarnegara (Humas) – Upaya menanamkan nilai keagamaan sejak usia dini kembali digiatkan oleh Yulis, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Pandanarum, melalui kegiatan pembinaan di Kelompok Binaan Mentari, Dusun Beji Wetan.(23/4). Kegiatan ini mengangkat tema “Membiasakan Anak Cinta Salat Sejak Dini” dan diikuti oleh ibu-ibu setempat dengan penuh antusias.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari yang telah dijadwalkan sebagai bagian dari program rutin pembinaan keagamaan masyarakat. Penyuluh agama hadir langsung memberikan materi sekaligus pendampingan kepada para ibu, yang berperan penting sebagai madrasah pertama bagi anak-anak mereka.
Dalam penyampaiannya, Yulis menjelaskan bahwa kebiasaan salat tidak bisa dibentuk secara instan, melainkan melalui proses yang konsisten, penuh kasih sayang, dan keteladanan dari orang tua. Anak-anak perlu diperkenalkan salat sejak dini, bukan dengan paksaan, tetapi dengan pendekatan yang menyenangkan dan penuh cinta.
“Anak-anak adalah peniru ulung. Jika orang tua menjaga salat dengan baik, maka anak akan mengikuti tanpa harus disuruh berkali-kali,” jelasnya. Dalam kegiatan tersebut. Ia juga menambahkan pentingnya menciptakan suasana rumah yang religius agar anak merasa nyaman dan terbiasa dengan ibadah.
Para peserta, yang merupakan ibu-ibu dari Dusun Beji Wetan, berbagi pengalaman dalam mendidik anak. Mereka mengaku mendapatkan wawasan baru tentang cara mendidik anak agar mencintai salat tanpa tekanan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan agama sejak dini, khususnya dalam hal ibadah salat sebagai tiang agama. Harapannya, melalui pembinaan ini, akan lahir generasi yang tidak hanya memahami kewajiban salat, tetapi juga mencintainya dengan sepenuh hati.
Dengan adanya kegiatan ini, KUA Pandanarum terus menunjukkan komitmennya dalam membina masyarakat menuju kehidupan yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia, dimulai dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama.
(bu/azd)







