Banjarnegara (Humas) – Upaya meningkatkan kualitas kehidupan keluarga melalui pembinaan keagamaan dan penguatan ekonomi keluarga terus dilakukan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Purwanegara. Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Purwanegara, Heri Sutikno, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada kelompok binaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Muntangsari RT 02/RW 03, Desa Purwonegoro, pada Senin (4/5/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman Samini, salah satu anggota penerima manfaat PKH. Suasana kegiatan berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, dan interaktif. Sekitar 25 peserta, yang mayoritas merupakan ibu-ibu anggota PKH, tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan dari awal hingga akhir.
Pada kesempatan tersebut, Heri Sutikno mengangkat tema mengatur keuangan dalam Islam, sebuah materi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari keluarga. Dalam penyampaiannya, Heri menekankan bahwa kemampuan mengelola keuangan merupakan bagian penting dalam membangun keluarga yang sejahtera, harmonis, dan terhindar dari persoalan ekonomi.
Di hadapan para peserta, beliau menyampaikan bahwa seorang muslim harus memiliki prinsip yang jelas dalam menggunakan harta, yaitu mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
“Sebagai seorang muslim, kita harus bijak dalam mengelola rezeki yang Allah titipkan. Tidak semua yang kita inginkan harus dipenuhi. Kita harus bisa membedakan mana kebutuhan yang memang harus diprioritaskan, dan mana keinginan yang sifatnya hanya mengikuti nafsu atau tren,” ujar Heri Sutikno di hadapan peserta.
Beliau menjelaskan bahwa kebutuhan adalah sesuatu yang benar-benar diperlukan untuk menunjang kehidupan, seperti makanan, pendidikan anak, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga pokok. Sedangkan keinginan sering kali muncul karena dorongan lingkungan, gaya hidup, atau keinginan sesaat yang jika tidak dikendalikan dapat mengganggu kestabilan keuangan keluarga.
Dalam materinya, Heri juga mengajak peserta untuk menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan dalam Islam, seperti hidup sederhana, menghindari perilaku boros, membiasakan menabung, menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah, serta menggunakan harta pada hal-hal yang membawa keberkahan.
Beliau menegaskan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan dalam mengelola harta—tidak kikir, namun juga tidak berlebihan. Rezeki yang dikelola dengan baik akan membawa ketenangan dalam keluarga dan membantu orang tua lebih fokus dalam mendidik anak-anak.
Melalui kegiatan ini, Heri Sutikno berharap para peserta, khususnya ibu-ibu sebagai pengelola keuangan keluarga, semakin memahami pentingnya mengatur pengeluaran secara bijak sesuai tuntunan Islam.
Kegiatan pembinaan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Kantor Urusan Agama Kecamatan Purwanegara dalam menghadirkan layanan penyuluhan yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat, sehingga keluarga binaan PKH tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mampu membangun kemandirian dan ketahanan ekonomi keluarga yang lebih baik.
(rp/azd)







