Literasi Ramadhan Hari ke-17: Inaya Azmi 5D Maknai Ramadhan sebagai Perjalanan Spiritual Menuju Fitrah

 Banjarnegara – Program Tantangan Literasi Ramadhan di MIFABARA terus menghadirkan refleksi penuh makna dari para siswa. Pada hari ke-17, karya literasi datang dari Inaya Azmi, siswi kelas 5D, yang menuliskan pemikiran mendalam tentang hakikat Ramadhan sebagai perjalanan spiritual menuju ketakwaan.(7/3)

Dalam tulisannya, Inaya Azmi menggambarkan Ramadhan sebagai perjalanan ruhani selama 30 hari yang penuh dengan pelajaran kehidupan. “Ramadhan adalah perjalanan spiritual 30 hari menuju ketakwaan, di mana setiap detik adalah langkah untuk memperbaiki diri dan memperbanyak rasa syukur,” tulisnya dengan penuh perenungan.

Menurutnya, bulan suci ini memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk melatih hati agar lebih kuat dan lebih sabar. Menahan lapar dan dahaga bukan sekadar kewajiban, tetapi latihan mengendalikan hawa nafsu serta memperkuat keimanan. “Ramadhan adalah momentum untuk menguatkan hati, menahan diri dari hawa nafsu, dan membersihkan jiwa,” tulisnya.

Inaya Azmi juga menggambarkan Ramadhan sebagai tempat kembali yang menenangkan bagi manusia. Dalam perumpamaannya, ia menyebut Ramadhan sebagai pelabuhan damai bagi jiwa yang ingin kembali kepada kesucian. “Jadikan Ramadhan sebagai pelabuhan damai untuk kembali ke fitrah,” tulisnya penuh harap.

Wali kelas 5D memberikan apresiasi terhadap kedalaman pesan yang disampaikan Inaya Azmi. “Tulisan ini menunjukkan bahwa anak-anak mulai mampu memaknai Ramadhan bukan hanya sebagai rutinitas ibadah, tetapi sebagai perjalanan batin yang membentuk karakter,” ujarnya.

Kepala Madrasah MIFABARA, Durotun Nafisah, juga menyampaikan pandangannya. “Ramadhan adalah madrasah kehidupan yang melatih kesabaran, kejujuran, dan ketulusan. Refleksi yang ditulis Inaya Azmi mengingatkan kita bahwa tujuan utama puasa adalah mencapai ketakwaan,” tuturnya.

Melalui literasi Ramadhan hari ke-17 ini, Inaya Azmi mengajak semua orang menjalani Ramadhan dengan kesadaran penuh. Setiap hari adalah kesempatan memperbaiki diri, setiap ibadah adalah langkah mendekat kepada Allah SWT. Dan pada akhirnya, Ramadhan diharapkan menjadi perjalanan yang membawa manusia kembali kepada fitrah, dengan hati yang lebih bersih, tenang, dan penuh cahaya.(nas)

Skip to content