Madtsansa Berpuisi Hadir Kembali: Khairo Arfa Al Haidar Hidupkan Karya Maestro Sapardi Djoko Damono

Banjarnegara (Humas) – Kabar gembira datang dari kanal YouTube resmi MTs Negeri 1 Banjarnegara. Program literasi unggulan sekolah, Madtsansa Berpuisi, kembali tayang pada Kamis (23/10). Dalam edisi kali ini, penampilan istimewa datang dari Khairo Arfa Al Haidar, siswa kelas 8B Unggulan Sastra dan Seni, yang membacakan puisi karya maestro besar Indonesia Sapardi Djoko Damono berjudul “Yang Paling Menakjubkan.”

Video berdurasi singkat namun penuh makna ini segera menarik perhatian warganet, terutama komunitas literasi dan sastra di lingkungan Madtsansa. Dengan penghayatan mendalam, intonasi terukur, dan ekspresi penuh perasaan, Khairo berhasil menghidupkan kembali ruh puisi Sapardi yang terkenal karena kesederhanaannya yang menyentuh.

“Yang paling menakjubkan di dunia yang fana ini adalah segala sesuatu yang tidak ada.” sepenggal bait yang dibacakan Khairo dengan suara jernih itu seakan menjadi pengingat akan keajaiban imajinasi manusia.

Program Madtsansa Berpuisi merupakan salah satu wadah pengembangan minat dan bakat sastra di MTs Negeri 1 Banjarnegara, terutama bagi siswa-siswa yang tergabung dalam Kelas Unggulan Sastra dan Seni. Dalam setiap episodenya, para siswa diberi kesempatan untuk menafsirkan dan menampilkan karya sastrawan besar Indonesia dengan gaya mereka sendiri.

Koordinator Kelas Unggulan Sastra dan Seni, Ki Sarno, menyampaikan rasa bangganya atas keberlanjutan program ini.

“Kami ingin menanamkan kecintaan pada sastra sejak dini. Melalui kegiatan seperti Madtsansa Berpuisi, siswa tidak hanya membaca, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra. Penampilan Khairo kali ini menunjukkan bahwa puisi bisa menjadi jembatan antara jiwa muda dan kebijaksanaan para sastrawan,” ujar Ki Sarno.

Beliau juga menegaskan bahwa pemilihan karya Sapardi Djoko Damono bukan tanpa alasan. “Sapardi adalah sosok yang puisinya sederhana namun dalam. Kami ingin siswa belajar mengekspresikan kesederhanaan itu dengan kejujuran emosional,” tambahnya.

Sementara itu, Hj. Surya Widhi Prakosa, wali kelas 8B, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan performa Khairo.

“Khairo adalah siswa yang rajin dan berjiwa seni. Ia mempersiapkan pembacaan ini dengan sangat serius. Setiap gerak dan intonasinya adalah hasil latihan yang berulang. Kami bangga karena penampilannya mencerminkan karakter siswa Madtsansa yang berani, berbudaya, dan berprestasi,” tutur Surya Widhi.

Khairo sendiri mengaku merasa terhormat bisa membacakan karya besar Eyang Sapardi di hadapan publik.

“Saya memilih puisi Yang Paling Menakjubkan karena bagi saya, puisi ini seperti perjalanan batin. Eyang Sapardi mengajak kita merenung tentang hal-hal yang sering kita abaikan — tentang yang tidak ada tapi justru menakjubkan,” ungkap Khairo dengan mata berbinar.
 

“Saya berharap lewat pembacaan ini, teman-teman bisa merasakan keindahan kata dan belajar menafsirkan makna yang tersembunyi di balik kesunyian.”

Salah satu siswa kelas 9A, Hermasya, yang turut menyaksikan penayangan perdana video tersebut, menyampaikan kesannya.

“Khairo berhasil membuat puisi itu terasa hidup. Cara dia membaca seolah mengajak penonton masuk ke dunia imajinasi Sapardi. Saya jadi ingin ikut tampil di episode berikutnya,” kata Hermasya antusias.

Madtsansa Berpuisi menjadi salah satu upaya nyata MTs Negeri 1 Banjarnegara untuk menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas akademik tetapi juga berjiwa estetis. Melalui platform digital seperti YouTube dan media sosial resmi Madtsansa, karya-karya siswa disebarkan agar bisa menginspirasi lebih banyak kalangan.

“Kami berharap Madtsansa Berpuisi terus konsisten hadir setiap pekan. Ini bukan hanya konten hiburan, tapi juga pendidikan karakter dan estetika,” pungkas Ki Sarno.

Kembali hadirnya program ini membuktikan bahwa semangat berkarya dan mencintai sastra tak pernah padam di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara. Dari ruang sederhana di sekolah, gema puisi karya maestro seperti Sapardi terus hidup, dibacakan dengan penuh makna oleh generasi penerus yang menatap masa depan dengan imajinasi dan keindahan kata.

Dengan tampilnya Khairo Arfa Al Haidar sebagai pembuka musim baru Madtsansa Berpuisi, publik sastra Banjarnegara seakan diingatkan: yang paling menakjubkan bukanlah yang terlihat, melainkan yang hidup di dalam kata. (Lin/La)

Skip to content