Madtsansa Berpuisi Kembali Tayang, Alif Fausta Deklamasikan “Ibu Hujan” Karya Joko Pinurbo

Banjarnegara (Humas) – Program literasi unggulan MTs Negeri 1 Banjarnegara bertajuk Madtsansa Berpuisi kembali hadir dengan episode terbarunya. Kali ini, giliran Alif Fausta Putra Arigar siswa kelas 7B Unggulan Sastra dan Seni, yang tampil membacakan puisi berjudul “Ibu Hujan” karya sastrawan terkemuka Joko Pinurbo atau yang akrab disapa Jokpin. Video deklamasi ini dipublikasikan melalui kanal resmi media sosial Madtsansa pada Selasa (14/10).

Dalam penampilannya, Alif dengan penuh penghayatan menafsirkan bait demi bait puisi yang sarat makna dan emosi. Membawa buku puisi karya Jokpin, ia tampil dengan percaya diri dalam balutan seragam putih biru khas madrasah, menyampaikan puisi tentang kasih dan kerinduan yang begitu lembut namun menyentuh hati.

Program Madtsansa Berpuisi sendiri merupakan salah satu bentuk kegiatan literasi sastra yang rutin dipublikasikan oleh kelas unggulan sastra dan seni. Program ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mengasah kemampuan berbahasa, berimajinasi, serta menginternalisasi nilai-nilai kemanusiaan melalui karya sastra.

Menurut Linara, selaku pembimbing kelas unggulan sastra dan seni sekaligus penanggung jawab program, Madtsansa Berpuisi dirancang bukan sekadar sebagai ajang tampil membaca puisi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran ekspresi dan interpretasi.

“Kami ingin siswa tidak hanya bisa membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang baik, tapi juga memahami pesan di balik kata-kata. Alif menunjukkan kemajuan luar biasa. Ia mampu menjiwai makna ‘Ibu Hujan’ dengan ekspresi yang natural dan menyentuh,” ujar Linara.

Sementara itu, Ki Sarno, koordinator kelas unggulan sastra dan seni, mengapresiasi keberlanjutan program Madtsansa Berpuisi sebagai bentuk nyata penguatan karakter dan literasi.

“Sastra mengajarkan empati, kepekaan, dan ketulusan. Lewat Madtsansa Berpuisi, kami menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini. Alif menjadi contoh bagaimana pembelajaran sastra bisa menghadirkan keindahan sekaligus kedalaman,” tutur Ki Sarno dengan bangga.

Bagi Alif sendiri, pengalaman tampil di depan kamera untuk membaca puisi karya Joko Pinurbo menjadi tantangan tersendiri. Ia mengaku sangat menyukai gaya bahasa Jokpin yang sederhana namun sarat makna.

“Saya memilih puisi ‘Ibu Hujan’ karena terasa dekat dengan perasaan. Puisinya lembut, tapi menyimpan pesan yang dalam tentang kasih seorang ibu. Saya berusaha membawakannya dengan sepenuh hati agar penonton bisa ikut merasakan maknanya,” ungkap Alif dengan penuh semangat.

Penampilan Alif pun mendapat banyak apresiasi dari teman-temannya, terutama dari sesama siswa kelas unggulan sastra dan seni. Salah satunya adalah Beauty Heart, siswi kelas 9B Unggulan Sastra dan Seni, yang turut memberikan tanggapan positif.

 “Alif tampil sangat bagus dan tenang. Saya bisa merasakan suasana hujan dan kehangatan seorang ibu lewat cara dia membaca. Ini membuktikan bahwa adik-adik di kelas sastra semakin berkembang dan berani berekspresi,” ujar Beauty dengan kagum.

Program Madtsansa Berpuisi terus dikembangkan dengan harapan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk mencintai karya sastra Indonesia. Setiap episodenya menampilkan deklamasi puisi karya penyair ternama, mulai dari Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, hingga Joko Pinurbo. Para siswa diberi kebebasan memilih karya yang sesuai dengan kepekaan dan minat mereka.

Menutup pernyataannya, Linara menyampaikan harapannya agar kegiatan ini terus mendapat dukungan dari seluruh warga madrasah.

“Kami ingin Madtsansa Berpuisi tidak hanya menjadi tontonan, tapi juga menjadi ruang belajar yang memupuk kecintaan terhadap sastra dan bahasa Indonesia. Semoga semakin banyak siswa yang berani tampil dan mengekspresikan diri lewat puisi,” pungkasnya.

Dengan tampilnya Alif Fausta dalam episode kali ini, Madtsansa Berpuisi kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan generasi muda yang literat, berbudaya, dan peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan melalui karya sastra. (Fy/La)

Skip to content